NUSANTARA - Denyut pembangungan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin meningkat pada awal Maret 2026.
Terutama pada bidang infrastruktur pemerintahan inti seperti kawasan legislatif dan yudikatif yang awal tahun 2028 mendatang akan diproyeksikan menjadi pusat kegiatan parlemen Indonesia.
Berdasarkan pantauan lapangan terbaru melalui channel youtube "Robie Mrg" menunjukkan bahwa proyek di kawasan legislatif tengah memasuki tahap penting yang disebut lettering area atau penyiapan pola tanah.
Proses ini melibatkan metode cut and fill secara masif untuk membentuk landasan bangunan sesuai dengan konsep desain terbaru.
Sangat menarik bahwa pola tanah yang mulai terbentuk menunjukkan bentuk bulat mengerucut yang unik, hal ini akan menjadi ciri khas arsitektur gedung DPR/MPR di masa mendatang.
Meskipun Presiden Prabowo Subianto mengambil tindakan strategis dengan mengubah desain awal gedung legislatif, tidak ada perubahan yang signifikan di kawasan ini.
Setelah penyempurnaan, desain yang menampilkan fungsionalitas yang lebih modern sambil mempertahankan kearifan lokal telah disetujui secara resmi pada akhir Maret 2025.
Presiden Prabowo Subianto meminta agar pembangunan fasilitas legislatif dan yudikatif segera diselesaikan untuk memastikan tujuan IKN sebagai "Ibu Kota Politik" tercapai.
Terpantau saat ini melalui rekaman video drone, tampaknya ada alat berat yang terus bekerja untuk membuang tanah di area yang berdekatan dengan perumahan pekerja konstruksi dan perumahan vertikal TNI.
Selain itu, untuk mempermudah mobilitas logistik pembangunan, jalan utama menuju Plaza Legislatif telah diperlebar menjadi 36 meter.
Dengan nilai kontrak kawasan yang mencapai triliunan rupiah, pemerintah berharap kompleks parlemen ini tidak hanya akan menjadi kantor pemerintahan tetapi juga akan menjadi simbol kemajuan arsitektur hijau dan berkelanjutan di Indonesia.
Akselerasi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempertahankan keberlanjutan rencana strategis nasional meskipun anggaran nasional berfungsi dengan baik.
Penulis: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian