
RADAR MALANG-Proses regenerasi atlet di cabor Kickboxing Kota Malang mengalami sejumlah hambatan. Satu satunya, kesulitan mencari atlet baru untuk kategori putri. Kondisi tersebut berakibat jumlah atlet yang bisa tampil di kejuaraan terbatas.
Kepala Pelatih Persatuan Kickboxing Indonesia (KBI) Kota Malang Meta Andri Setiawan menjabarkan, mereka saat ini memiliki tujuh atlet putri yang aktif. Di antara atlet tersebut ada yang tidak bisa mengikuti kejuaraan bergengsi, seperti Porprov X Jatim 2027. Itu akibat terkendala batasan usia.
”Dalam beberapa waktu terakhir, kami masih berupaya untuk merekrut banyak atlet putri, melihat komposisi atlet sekarang yang membutuhkan usia muda,” ujar dia. Khususnya, perlu mencari atlet putri di kategori ring sport (bertarung) saat ini. Itu karena, kebanyakan atlet yang berada di tim berasal dari nomor tatami (matras).
Andri menjabarkan, kesulitan mencari atlet putri tidak dialami cabor kickboxing saja. Berdasar pengamatannya, itu juga terjadi pada hampir semua cabor kombatan (bela diri). Nanti, untuk menambah jumlah atlet putri akan mengandalkan proses penjaringan terbuka.
”Sejauh ini kami mengandalkan scouting dari member dalam kelas cabor saja,” katanya. Lalu, memberikan kesempatan bagi atlet di luar cabor yang sudah berprestasi di kickboxing untuk bergabung. Atlet yang direkrut akan dipersiapkan untuk jangka panjang. Andri ingin mereka bisa bertanding di berbagai level kejuaraan yang ada di tanah air. (zan/gp)



