
RADAR MALANG-Skuad RANS Nusantara FC tidak boleh larut dalam hasil kurang memuaskan saat menghadapi Kendal Tornado FC, Kamis lalu (29/10). Itu karena, mereka harus segera bersiap menjalani pertandingan perdana League Cup 2026/2027. Terlebih, lawan yang akan dihadapi cukup berat, yakni Arema FC pada 3 November nanti.
Pelatih Kepala RANS Nusantara FC Kas Hartadi menyebut hasil imbang untuk kedua kali secara beruntun memberikan pelajaran berharga bagi timnya. Dari pertandingan tersebut, dia bisa mengidentifikasi sejumlah kelemahan anak asuhnya saat menghadapi lawan dengan karakteristik permainan berbeda.
”Di pertandingan tersebut (Kamis lalu), kami selalu kalah duel udara karena lawan yang dihadapi memiliki postur tinggi,” katanya. Kondisi itu membuat anak asuhnya kesulitan memenangi perebutan second ball. Diaz Angga dan kawan-kawan juga kerap kerepotan mengantisipasi umpan silang maupun situasi bola mati.
Meski memiliki banyak pemain dengan postur relatif pendek, Hartadi menegaskan hal tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi timnya untuk terus kalah dalam duel udara. Sebab, lawan berikutnya Arema FC berpotensi menerapkan pendekatan serupa untuk mengeksploitasi kelemahan timnya Terlebih lagi, dia menilai ada tujuh pemain Singo Edan yang memiliki tinggi di atas 185 sentimeter.
Karena itu, dia memastikan tim pelatih akan segera melakukan pembenahan. Salah satunya dengan meningkatkan kemampuan timing lini belakang dalam memenangi duel udara, serta melakukan penjagaan ketat terhadap pemain jangkung. ”Jika kami berhasil menjalankan strategi tersebut, saya yakin target meraih kemenangan bisa tercapai,” jelasnya. (zan/gp)



