
RADAR MALANG-Perubahan regulasi usia untuk atlet yang berlaga pada Porprov Jatim 2027 memberi keuntungan untuk sejumlah cabor. Mereka mempunyai banyak opsi untuk menentukan komposisi atlet. Dinaikkan usia atlet, membuat cabor bisa menurunkan kombinasi atlet senior dan junior.
Salah satu cabor yang merasakan keuntungan itu adalah Wushu Sanda Kota Malang. Meski sudah mempersiapkan atlet berusia 18 sampai 20 tahun, mereka bisa mencari atlet yang dekat dengan batas usia atlet yang bisa bertanding, yaitu 25 tahun. Wushu Sanda Kota Malang masih memiliki atlet senior yang aktif bertanding dan latihan.
”Kami memiliki dua atlet yang tahun depan pas berusia 25 tahun,” ujar Pelatih Kepala Jiang Hai Liang. Menurutnya, keberadaan atlet senior cukup penting dalam mengikuti kejuaraan bergengsi. Itu karena, jam terbang yang cukup banyak memperbesar peluang meraih medali di nomor yang diikuti.
Dia menjelaskan, Porprov Jatim bisa menjadi ajang yang ideal bagi atlet senior untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Sebab, apabila berhasil mendapatkan medali, potensi untuk masuk dalam tim PON 2028 semakin besar. Mengingat salah satu pantauan daerah untuk memilih atlet berasal dari ajang tersebut.
Selain menurunkan atlet senior, Liang juga mematangkan atlet berusia muda. Meski gap umur dengan kontingen lain cukup jauh, dia percaya atlet Kota Malang bisa memberikan perlawanan ketat. ”Apapun bisa terjadi dalam pertandingan. Asalkan niat belajar dan telaten saat berlatih,” pungkasnya. (zan/gp)
