Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rahasia Dibalik Latihan Intens! Arema FC Berambisi Cetak Gol Kilat di Babak Pertama

Galih R Prasetyo • Rabu, 16 Oktober 2024 | 00:30 WIB
PERKUAT LINI SERANG: Muhammad Rafli (kiri) berebut bola dengan Julian Guevara dalam sesi latihan di ARG Soccer Field, 11 September lalu.
PERKUAT LINI SERANG: Muhammad Rafli (kiri) berebut bola dengan Julian Guevara dalam sesi latihan di ARG Soccer Field, 11 September lalu.

KABUPATEN - Lini serang Arema FC terus ditingkatkan performanya.

Tim pelatih Singo Edan ingin gol tim tidak sekadar lahir pada babak kedua.

Charles Lokolingoy dkk didorong untuk bisa membobol gawang lawan sejak awal laga untuk memperbesar peluang menang.

Saat gelaran Piala Presiden 2024 lalu, gol pada interval pertama kerap membantu Dendi Santoso cs mengamankan tiga poin.

Laga melawan Bali United dan Madura United menjadi contohnya.

Pada waktu itu, gol pertama Singo Edan tercipta sebelum menit 30.

Pelatih Kepala Arema FC Joel Cornelli menjelaskan, mencetak gol pada awal pertandingan membawa lebih banyak keuntungan bagi tim.

”Para pemain menjadi lebih percaya diri,” jelas pelatih asal Brasil itu.

Alhasil, lebih nyaman dalam mengontrol laga.

Berdasar catatan koran ini, dari tujuh laga awal BRI Liga 1 lima gol Arema FC tercipta pada babak kedua.

Hanya satu gol saja lahir pada interval pertama.

Akibat itu, Singo Edan kerap terlihat kurang garang saat awal pertandingan.

Demi mengatasi pekerjaan rumah itu, dalam internal game di ARG Soccer Field, sejak Jumat lalu (11/10), Joel memberi instruksi kepada penggawanya untuk bermain dengan ngotot mulai awal laga.

Langsung menekan lini pertahanan lawan.

Lalu, tidak memberikan lawan banyak ruang dengan pressing ketat di area lawan.

Selain itu, pelatih berusia 57 tahun berusaha mempersiapkan anak asuhnya untuk bermain lebih efektif.

Khususnya, saat mendapat peluang.

Salim Tuharea dkk diminta tidak terlalu banyak membuat tembakan ke gawang saat tidak yakin.

”Paling penting adalah akurasinya,” ujar dia.

Joel melihat, anak asuhnya semakin paham dengan apa yang dia inginkan terkait gol saat internal game.

Itu terbukti dari jumlah gol yang tercipta di pertandingan tersebut.

Di mana, penggawa Arema FC bisa cepat mencatatkan skor.

Meski begitu, dilihatnya statistik lebih sering membuat gol di babak kedua tidak berarti buruk.

Joel merasa kebiasa tersebut membuktikan mentalitas para punggawa Singo Edan cukup baik. Mereka bisa menciptakan gol saat berada dalam tekanan.

”Saya harap kami membuat gol lebih banyak lagi di laga selanjutnya,” jelas mantan pelatih Al-Riyadh itu.

Di tempat terpisah, Thales Lira merasa permainan timnya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Masalah keringnya gol di awalawal kompetisi perlahan mulai menunjukkan progres positif.

Menurutnya, itu disebabkan para pemain semakin kompak.

”Semua tim tentunya butuh proses.

Apalagi di tim ini banyak pemain baru,” jelas pemain asal Brasil itu.

Menurutnya, kekompakan membuat para pemain lebih kreatif saat di lapangan.

Tidak terpaku dengan posisi masingmasing.

Seperti pada pertandingan kontra PSIS Semarang lalu, Thales bisa mencetak assist untuk gol kedua Dalberto Luan Belo.

”Tugas kami sebagai pemain adalah berjuang agar tim bisa meraih kemenangan,” ungkap dia. (tio/gp)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Arema FC #babak pertama #KILAT #Gol