UNGGUL FC Malang dihadapkan sejumlah tantangan jelang pekan ke-3 Pro Futsal League (PFL).
Salah satu nya, Guntur Sulistyo dkk harus beradaptasi dengan venue laga dalam waktu yang minim.
Mereka tercatat hanya punya waktu penyesuaian satu hari sebelum laga.
Bermain di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi yang pertama untuk penggawa klub futsal berlogo singa bermahkota itu.
Sebelum nya, laga PFL di luar Jawa belum pernah berlangsung di sana.
Sebagai informasi, PFL seri Banjarbaru akan berlangsung 18-19 Januari nanti.
GOR Babussalam menjadi venue kompetisi itu.
Di sana, Unggul FC akan menghadapi Pangsuma Kalbar FC dan Sadakata United.
”Meski futsal ini bermain di dalam ruangan, tapi adaptasi perlu dilakukan,” tutur Manajer Unggul FC Malang Usa Laksono.
Penyebabnya, kondisi lantai lapangan mempunyai potensi berbeda dibandingkan PFL seri Malang.
Karena itu, bisa memengaruhi permainan saat tidak melakukan penyesuaian.
Selain itu, cuaca yang berbeda antara Banjarbaru dan Kota Malang juga menjadi perhatian Unggul FC Malang.
Dia mengatakan, kondisi cuaca di Banjarbaru lebih panas.
Akibatnya, memberi tantangan untuk fisik para pemain saat laga PFL nanti.
”Kami tidak mau kondisi seperti itu mengganggu usaha tim mendapatkan hasil maksimal dari PFL Banjarbaru,” tutur Usa.
Target tim futsal bermarkas di Unggul Sport Center itu membawa pulang poin maksimal dalam dua laga.
Kemarin Andres Teran dkk sudah bertolak dari Malang menuju Banjarbaru.
Sampai di sana mereka tidak langsung latihan.
Recovery menjadi fokus tim.
Hari ini, mereka baru melakukan uji coba lapangan.
Meski begitu, dia memastikan elemen tim Unggul FC Malang tidak mau mengeluh.
Itu karena, hampir semua tim menghadapi tantangan serupa. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana