Perbanyak Skema Menciptakan Gol
MALANG KOTA - Tim pelatih Arema FC ingin Charles Lokolingoy dkk tampil lebih tajam saat melawan PSS Sleman, Senin nanti (17/2).
Mereka mengupayakan hal itu demi bisa meraih tiga poin.
Pada laga sebelumnya, Singo Edan gagal menang akibat produktivitas gol yang tidak maksimal.
Saat bermain imbang melawan PSM Makassar, 10 Februari lalu, pemain Arema FC menciptakan 10 peluang.
Tujuh tembakan tetap sasaran dan 15 umpan silang.
Tapi, hanya satu yang berbuah gol.
Pelatih Kepala Arema FC Ze Gomes menjelaskan, berusaha memperbanyak latihan finishing untuk mempertajam lini serang.
Tapi, fokusnya tidak sekadar meningkatkan kemampuan pemain memanfaatkan peluang open play saja.
Lebih jauh, dia juga mengasah ketajaman tim saat menghadapi situasi bola mati.
”Kami ingin memperbesar kemampuan pemain memanfaatkan setiap peluang menjadi gol,” kata nakhoda tim berlisensi UEFA Pro itu.
Berdasar catatannya, tim belum maksimal menciptakan gol lewat skema bola mati.
Menurutnya, terdapat kesempatan besar membobol gawang lawan saat tendangan sudut dan bebas.
Gomes percaya akan hal tersebut didasari dua hal. Pertama, posisi tim yang bertahan lebih sulit saat terja di bola mati.
Kedua, dari tendangan bebas sangat mungkin untuk menciptakan gol secara langsung.
Contohnya, saat laga antara Arema FC melawan Persib Bandung, 24 Januari lalu.
Singo Edan kemasukan lewat tendangan bebas dari Tyronne del Pino.
Sedangkan saat lawan PSM, gol Singo Edan yang menyamakan kedudukan lahir dari memanfaatkan tendangan sudut.
Lantas, seperti apa usaha tim pelatih Arema FC mengasah kemampuan pemain saat hadapi bola mati?
Juru taktik asal Portugal itu enggan menjelaskan secara detail.
Alasannya, dia tidak ingin strateginya dibaca tim lawan.
”Kami berusaha membuat pemain melompat dengan baik dan tepat,” paparnya.
Sedangkan saat menghadapi tendangan bebas, pemain bisa mengeksekusi langsung dan tidak.
Gomes melihat, Singo Edan mempunyai modal untuk memaksimalkan momentum tersebut.
Itu karena, punya pemain dengan tendangan bebas yang bagus.
Di antaranya, Wiliam Marcilio, Dalberto Luan Belo, Dendi Santoso, sampai Arkhan Fikri.
Sedangkan, untuk berduel udara punya pemain-pemain tinggi.
Seperti Charles Lokolingoy, Thales Lira, Pablo Oliveira, Choi Bo-kyung, sampai Julian Guevara.
Tim pelatih Arema FC mengoptimalkan skema memanfaatkan bola mati sejak Kamis lalu (13/2).
Rencananya, akan terus diasah sampai h-1 pertandingan.
Tujuannya, supaya maksimal.
Sementara itu, Julian Guevara merasa penting untuk tampil lebih baik dalam hal mengeksekusi peluang.
Alasannya, pertahanan lawan yang dihadapinya bertambah kuat.
”Lawan pastinya menyiapkan diri mengantisipasi serangan kami,” paparnya.
Karena itu, semakin banyak variasi membobol gawang lawan merupakan hal positif.
Apalagi, setiap laga berlangsung ketat. (wb3/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana