ATLET Sepatu Roda Kabupaten Malang nomor speed harus memenuhi kebutuhan program latihan secara mandiri. Mereka menggelar training camp (TC) dengan dana pribadi.
Penyebabnya, anggaran tahap pertama yang diterima untuk persiapan Porprov Jatim IX belum cukup untuk mendanai aktivitas menempa diri tim. Pelatih Sepatu Roda Kabupaten Malang nomor speed Hadi Sutrisno menjabarkan, support anggaran yang turun baru pada bulan Mei ini.
Anak asuhnya menerima Rp 6.00 ribu hingga Rp 1 juta.
”Bantuan lain untuk TC maupun aktivitas latihan lain tidak didapatkannya hingga saat ini,” paparnya.
Menurutnya, orang tua atlet harus mengeluarkan uang tidak sedikit untuk menutupi kebutuhan pemusatan latihan. Setiap atlet harus merogoh kocek sekitar Rp 3 juta. Pengeluaran itu untuk memenuhi beberapa aspek penunjang TC.
Mulai dari transportasi, uang makan, penginapan, perlengkapan medis. Itu disiapkan sebagai antisipasi saat ada hal tidak diinginkan selama pemusatan latihan. Selama TC, atlet Sepatu Roda Kabupaten Malang nomor speed akan menggelar pertandingan di dua tempat.
Di Stadion Mandala Krida, Jogjakarta dan Stadion Maguwoharjo, Sleman. Menurutnya, pemusatan latihan itu harus diselenggarakan. Itu karena,selama tahun 2025 belum menggelar program tersebut. Rencananya TC itu akan berlangsung pada 6-12 April nanti.
”Karena sudah direncanakan, kami terpaksa menggunakan uang pribadi,” kata Hadi.
Pada Porprov Jatim nanti, target Sepatu Roda Kabupaten Malang nomor speed membidik tiga emas. Hadi optimistis, tantangan persiapan Porprov Jatim itu akan jadi pelecut anak asuhnya berprestasi.
Editor : A. Nugroho