KABUPATEN - Jayus Hariono dan Achmad Figo tidak menyesali keputusan manajemen Arema FC yang meminjamkan mereka ke PSS Sleman. Selama berkostum tim berjuluk Super Elang Jawa itu ada banyak pengalaman berharga yang didapatkan. Itu akan jadi modal keduanya untuk menghadapi kompetisi musim baru nanti.
Jayus Hariono tercatat dipinjamkan ke PSS Sleman pada Januari 2025 atau pada awal putaran kedua. Di sana, total dia bermain di 14 pertandingan. Sedangkan, saat berkostum Singo Edan bermain empat kali.
Sedangkan Figo, bermain 23 pertandingan bersama tim bermarkas di Stadion Maguwoharjo, Sleman, tersebut. Pada musim 2023/2024, dia tampil dalam 12 laga Arema FC.
Jayus tidak menampik banyaknya kesempatan berlaga mempunyai efek positif untuk dirinya. Salah satunya, membuatnya semakin berkembang. Apalagi, dia tidak hanya bermain di gelandang bertahan selama berkostum PSS.
Dia sempat ditempatkan di posisi gelandang tengah, bek kiri sampai bek kanan. ”Dari situ saya mendapatkan banyak pengalaman bermain,” kata pemain berusia 28 tahun itu. Bekal itu akan digunakannya untuk membantu Arema FC.
Harapannya, musim depan bisa membantu Singo Edan mencatatkan hasil yang lebih baik. Dia juga ingin banyak berkontribusi. Baik itu melalui gol atau assist.
Meski jarang bermain dengan Arema FC musim lalu, Jayus mencatatkan jumlah assist yang lumayan. Dia berhasil memberikan dua umpan yang berbuah gol. Menariknya, capaian itu didapatkan saat bermain dari bangku cadangan.
Senada dengan Jayus, Achmad Figo juga merasa mendapatkan banyak hal positif selama masa peminjaman. Bermain di PSS membuatnya bisa lebih dalam belajar aspek tactical sampai mengasah mental bertanding.
Diakuinya, tekanan saat berkostum Super Elang Jawa juga besar. Para pemain ke-12 mengharuskan tim untuk tampil maksimal dan raih hasil terbaik. ”Jadi mental semakin terbentuk saat bermain di sana,” katanya.
Sebagai pemain muda, dilihatnya hal tersebut sangat penting. Alasannya, kompetisi BRI Liga 1 sangat kompetitif. Setiap pekan, menghadirkan persaingan yang ketat.
Selain itu, dengan di latih tiga pelatih asing yang berbeda selama di PSS Sleman jadi hal baik untuk pemain asal Kota Malang itu. Menurutnya, dari sosok tersebut mendapatkan banyak masukan untuk semakin meningkat.
Di tempat terpisah, Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro menyampaikan, Jayus dan Figo mengalami perkembangan musim ini. Hal itu pertama kali dia lihat pada laga uji coba di Stadion Kanjuruhan, 9 Juni lalu. Seusai itu, saat tim kembali latihan rutin pada Senin lalu (16/6).
”Permainan mereka jadi tambah matang,” katanya. Menurutnya, peminjaman tersebut membuahkan hasil positif untuk pemain. Lantaran, Jayus dan Figo berhasil berproses menjadi sosok lebih berkarakter. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho