MALANG KOTA – Opening ceremony Porprov Jatim 2025 langsung terasa megah ketika ratusan drone terbang di atas Stadion Gajayana, tadi malam. Beragam formasi yang membentuk kata-kata dan bentuk ditampilkan dari drone. Itu jadi kali pertama ada pertunjukan drone show dalam pembukaan multi-event olahraga terbesar di Jawa Timur.
Kemegahan sesi opening ceremony kembali terasa saat 1.000 penari membawakan tari kolosal Malang Mbois. Pertunjukan itu mengolaborasikan beragam tarian, mulai dari Tari Beskalan Putri Malang, Tari Topeng Grebeg Sabrang, Jaranan, Bantengan, Gunungan, Panji-Panji, Pencak Silat, Taekwondo, Reog, Perkusi, hingga Carnival.
Setelah itu, ada parade defile dari 38 kontingen kota/kabupaten di Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin secara langsung pembukaan porprov. Kehadirannya ditandai dengan pemberian santunan kepada anak yatim, diikuti sejumlah kepala daerah di Jawa Timur.
”Mentari terbit di ufuk timur, langit cerah penuh harapan. Atlet porprov bertanding dengan jujur, jadilah juara dengan penuh kebanggaan,” kata Khofifah dalam pesan virtual yang disampaikan di layar lebar.
Dalam sepekan ke depan, tepatnya 28 Juni sampai 5 Juli nanti, bakal ada 64 cabang olahraga yang dilombakan. Porprov Jatim ke-IX tahun ini melibatkan 16.606 atlet, 4.495 ofisial teknis, dan 1.182 ofisial kontingen. ”Jumlah itu separo dari jumlah kontingen PON,” terang Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil.
Sampai kemarin siang (28/6) pukul 11.56, kontingen Kota Surabaya masih memuncaki klasemen dengan perolehan 77 medali emas, 52 perak, dan 43 perunggu. Kontingen Kota Malang menempati posisi kedua dengan 306 poin.
Hasil dari 47 medali emas, 39 perak, dan 40 perunggu. Kabupaten Malang ada di posisi lima. Mereka sudah mendulang 13 medali emas, 12 perak, dan 21 perunggu. Sedangkan Kota Batu ada di posisi 12. Mereka sudah memperoleh 5 medali emas, 13 perak, dan 16 perunggu. (aff/by)
Editor : A. Nugroho