CABOR yang minim raihan emas di Porprov IX Jawa Timur 2025 lalu mulai cari cara meningkatkan prestasi. Mereka berniat memaksimalkan persiapan jangka panjang sebelum Porprov Jatim selanjutnya pada 2027. Salah satu cabor mulai memanasi mesin adalah Aeromodelling Kota Malang.
Sebelumnya meraih satu medali emas di Porprov IX Jatim 2025. Satu cara yang ditempuh Aeromodelling Kota Malang meningkatkan prestasi dengan mengikuti berbagai turnamen berikutnya. Ajang tersebut menjadi wadah para atlet untuk menambah jam terbang bertanding.
Pada Agustus ini, mereka mengikuti Kejuaraan Terbuka Nasional IDT Adisutjipto Aero Competition 2025. Dalam ajang tersebut Aeromodelling Kota Malang menurunkan tiga atletnya.
Bidang Pembinaan dan Prestasi Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Malang Mochammad Prihatin Alamsjah menjelaskan, hanya dengan mengikuti turnamen kemampuan atlet akan terasah. Itu karena, saat bertanding dengan orang lain ada tekanan yang berbeda. Strategi yang diterapkan juga harus lebih detail.
”Karena itu, kami tidak terlalu memikirkan hasil pertandingan (di turnamen),” katanya. Tim pelatih memanfaatkan kejuaraan untuk mengukur hasil latihan atlet. Melihat aspek apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan atlet.
Dia merasa, mengikuti turnamen di wilayah lain dapat menambah aspek teknis atlet. Mereka dituntut menyesuaikan setting-an pesawat yang ideal sesuai kondisi geografis. ” Mereka (atlet) bisa belajar untuk mengetahui situasi angin, cuaca, sampai suhu panas di lokasi,” tambahnya.
Berangkat dari hal itu, Alamsjah berharap kemampuan tersebut semakin terasah. Karena mereka juga mempersiapkan diri untuk Porprov X Jawa Timur 2027. Nanti mereka akan bertanding di Kota Surabaya.
Tempat tersebut dilihat sangat berbeda dibandingkan venue bertanding di Kota Malang. Sebab, mempunyai jenis angin dan kelembapan udara yang berbeda. ”Harapannya anak-anak bisa mengikuti banyak turnamen, karena memudahkan mereka saat Porprov X Jatim 2027 di Surabaya nanti,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho