HARAPAN Arema FC berkandang di Stadion Kanjuruhan selama BRI Super League 2025/2026 berpotensi terwujud. Stadion berada di Kabupaten Malang itu dapat nilai positif selama proses risk asessment sebelum laga kemarin. Dinyatakan sangat layak sebagai venue pertandingan kompetisi kasta tertinggi.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Arema FC Erwin menjabarkan, Stadion Kanjuruhan mendapatkan penilaian cukup tinggi. Skor selama proses asesmen di berbagai aspek keamanan dan fasilitas stadion mencapai 74. ”Angka tersebut masuk kategori penilaian dengan status baik,” katanya.
Menurutnya, menjadi modal penting untuk menggelar semua laga home Singo Edan musim ini di Stadion Kanjuruhan. Dia tidak menampik, insiden setelah laga melawan Persik Kediri pada BRI Liga 1 2024/2025 menjadi pembelajaran penting. Panpel, klub, pihak keamanan, berusaha supaya tidak pernah terulang lagi.
Apalagi, seusai momen tidak menyenangkan itu laga Arema FC terpaksa digelar tanpa penonton. Sorotan tertuju ke klub yang sudah berusaha berbenah.
Meski begitu, Panpel Arema FC memastikan tidak jemawa. Perencanaan pengamanan tetap dimaksimalkan untuk laga kemarin. ”Kami sudah berkoordinasi lebih jauh dengan Polres Kabupaten Malang dan Polda Jawa Timur sebelum laga,” katanya. Melakukan pengamanan yang lebih ketat daripada sebelumnya.
Di tempat terpisah, Security and Safety Officer Arema FC Khoiril Tohayani menuturkan, laga pertandingan kandang Singo Edan tergolong high risk. Itu karena, laga tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun Arema yang ke-38.
Dia melihat, euforia laga lebih kuat. Karena, bertepatan dengan merayakan hari lahir Singo Edan dan pertandingan perdana klub di kompetisi. Alhasil, perlu menyiapkan pengamanan layaknya laga big match. ”Sebagai antisipasinya, melakukan pengamanan ekstra (kemarin),” paparmya.
Mereka tidak hanya memperkuat pengamanan di wilayah ring satu Stadion. Lebih jauh, juga sampai wilayah ring empat. Dia merasa, area terluar stadion itu wajib dikawal ketat. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho