PERUBAHAN komposisi pemain di skuad Unggul FC Malang tidak berlanjut. Klub berlogo singa bermahkota itu mengakhiri perombakan skuad setelah melepas empat nama. Tim pelatih merasa puas dengan 14 pemain tersisa.
”Karena sudah cukup banyak (penggawa) yang keluar kami tidak perlu melepas pemain lagi,” ujar Manajer Tim Unggul FC Malang Usa Laksono. Menurutnya, sangat berisiko apabila timnya harus melakukan perombakan besar-besar saat tengah musim kompetisi. Itu karena, ditakuti berdampak ke chemistry antar pemain yang harus membangun ulang.
Di sisi lain, fokus tim pelatih menambah amunisi baru saat ini. Beberapa nama dipantau untuk gabung tim. Prioritas dalam perekrutan amunisi anyar mencari pemain di posisi pivot.
Sedangkan, para penggawa Unggul FC yang performanya belum stabil diberikan kesempatan berbenah sebelum putaran kedua kompetisi. Pemain yang selama putaran pertama Pro Futsal League tampil bagus diharapkan mempertahankan performa itu.
”Faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah keterbatasan opsi (pemain anyar) pada bursa transfer paro musim,” kata pria asal Malang itu. Usa melihat, saat klub melepas lebih dari lima hingga tujuh pemain, proses mencari penggantinya akan sulit. Terlebih, sebagian besar pemain masih terikat kontrak dengan klub peserta PFL.
Menurutnya, kualitas harus menjadi fokus utama dalam mencari penggawa anyar. Unggul FC tidak ingin perekrutan pada paro musim ini berjalan tidak seperti awal musim. Beberapa nama belum mampu memberi kontribusi maksimal dan mencapai standar tim. Dari enam pemain yang direkrut Unggul FC musim ini, hanya Afzar Burhan dan Abdussalam yang masih bertahan. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho