KABUPATEN - Debut Gianluca Pandeynuwu bersama Arema FC terbilang kurang menyenangkan. Penjaga gawang berusia 28 tahun itu harus kebobolan empat gol dalam laga menghadapi Bali United FC, Jumat lalu (6/3). Laga perdana itu terasa semakin pahit karena Singo Edan menelan kekalahan kedua kali secara beruntun.
Catatan tersebut menambah daftar panjang kiper Arema FC yang gagal meraih clean sheet saat menjalani laga debut. Sebelum Gianluca, Adi Satryo juga merasakan hal serupa saat melakoni pekan pertama BRI Super League melawan PSBS Biak. Sementara Lucas Frigeri kebobolan dua gol saat menjalani laga pertama musim ini melawan Dewa United pada putaran pertama.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengungkapkan, enggan banyak berkomentar terkait statistik tersebut. Menurutnya, semua kiper akan selalu berusaha tidak kebobolan. ”Saya tidak bisa berkomentar soal pemain individual. Tetapi yang saya soroti adalah permainan tim yang jauh di bawah level yang diharapkan,” ujar nakhoda berusia 46 tahun tersebut.
Menurutnya, salah satu biang masalah dari banyaknya kebobolan dialami Gianluca adalah pertahanan yang rapuh. Dia mencontohkan bagaimana lini bertahan tim goyah seusai gol pertama tercipta. Itu mengakibatkan Singo Edan merasakan kebobolan lagi hingga tiga kali.
Terlepas dari performa tim yang kurang memuaskan, Marcos mengakui kalau mencatatkan clean sheet di BRI Super League sangatlah sulit. Dia mengungkapkan kiper yang menjalani laga pertama tidak hanya menghadapi serangan berbahaya dari lawan. Namun juga tekanan psikologis untuk tampil sempurna.
Meski begitu, Marcos sejatinya tidak mempermasalahkan tim alami kebobolan. Asalkan Arema FC mampu unggul jumlah gol daripada lawan yang dihadapi. ”Kemenangan harus menjadi prioritas utama dibandingkan memburu rekor clean sheet,” katanya.
Setelah hasil minor di kandang posisi Arema FC di klasemen memang tidak bagus. Singo Edan berada peringkat 11 saat ini. Mengoleksi 31 poin dari 24 pertandingan. (zan/gp)
Disunting Kembali: Diva Ayu Herdianasari
Editor : Aditya Novrian