alexametrics
20.2 C
Malang
Friday, 1 July 2022

Ketika Siklus 100 Tahun Diikhtiyari

Hidup harus lah selalu optimistis. Jangan pernah berhenti bermimpi untuk sebuah cita-cita besar. Termasuk bercita-cita, bahwa negeri ini bakal gemilang saat kelak berada di puncak siklus 100 tahun.

Jika dihitung dari kebangkitan nasional 20 Mei 1928, 100 tahun lagi adalah 2028. Jika dihitung dari proklamasi kemerdekaan, maka 100 tahun lagi adalah 2045.
Akan kah Indonesia bakal gemilang di 2028 atau 2045?

Tentu sebagai bangsa, kita harus yakin dengan kegemilangan negeri ini di masa mendatang. Tapi, yakin saja tidak lah cukup. Diperlukan upaya atau ikhtiyar yang serius, kongkret dan sistimatis.

Dan, perkumpulan Nusantara Gilang Gemilang (NGG) lahir untuk mengikhtiyari siklus 100 tahun menuju Indonesia maju, dengan langkah-langkah yang serius, kongkret, dan sistimatis.

NGG adalah kumpulan orang dengan latar belakang pengusaha dan pemimpin.
Sengaja mengambil diksi “gemilang” karena merupakan doa dan harapan semua komponen bangsa, bahwa suatu hari nanti nusantara akan gemilang.

Nusantara merupakan sebutan untuk kepulauan sebelum ada NKRI. Nusantara yang meliputi pulau dan lautan, bisa dimaknai sebagai cara pandang bangsa Indonesia bahwa bangsa ini pernah menjadi pemimpin di wilayah regional Asia Tenggara, serta banyak berkontribusi dalam persatuan, kemandirian, perdamaian, dan kemajuan kawasan.

Nilai-nilai yang dibawa dalam NGG adalah universal, dimana menjadi dasar bergerak dalam keimanan, kesatuan, kemandirian, keberdayaan, ketahanan, kebersamaan, dan kesejahteraan yang merupakan perwujudan dari sila-sila dalam Pancasila dan UUD 1945.

NGG adalah perkumpulan independen, tidak memihak kepada suatu kelompok ataupun pandangan politik tertentu, melainkan memihak pada segala hal yang berkaitan dengan kebaikan pelayanan, keterlibatan nyata di lapangan, kemandirian, hingga keberdayaan masyarakat dalam membangun kegemilangan.
Kalau dalam khazanah agama Islam sebagai agama mayoritas, konsep ini sering kita sebut peradaban Rahmatan Lil Alamin, yakni bermanfaat bagi lingkungan dan alam.

Adapun cita-cita dan visi bersama NGG adalah mewujudkan kegemilangan Nusantara dengan membangun kemandirian, kemakmuran, kepemimpinan atau sumber daya, serta keberdayaan sosial yang menghubungkan, menyatukan, menguatkan, dan membangkitkan potensi elemen bangsa.

Jadi NGG adalah panggilan takdir bagi anak bangsa untuk tidak tinggal diam. Melainkan mengambil peran sekecil apa pun untuk menyambut kegemilangan 100 tahun. Semua komponen fokus menuju dua arah tersebut. Berbagai hal dikerahkan. Setiap iktikad baik akan bertemu dalam langkah-langkah ke depan.

Adapun beberapa program dalam direktorat NGG di antaranya inkubasi dalam bentuk Bootcamp Asset Bisnis dan Akuisisi, Bootcamp Leadership, Kajian Umum dan Bimbingan Teknis, Muhibbah Kegemilangan, Indonesia Lunas, serta Pemuda dan Raga Gemilang.
Seluruhnya bisa diurut sebagai target aktivitas menuju pribadi, keluarga, bisnis, masyarakat, pemimpin, bangsa, dan Indonesia Nusantara Gemilang dengan strategi GILANG: Global Iniciative Leadhership Achiefment for National Greathnes.

Dalam pergerakannya, NGG sering mengambil filosofi dari H. O. S. Tjokroaminoto: ”Setinggi tinggi iman, ilmu, siasat, aset, pelayanan atau legacy.”

Guna mewujudkan hal ini, maka setiap anggota NGG atau kader akan didorong untuk mengembangkan dan menempa diri dalam membangun literasi atau melek baca, mampu bernarasi atau mampu menyampaikan konsep gagasan, mampu menyampaikan pendapat dengan landasan yang benar, mampu menyusun strategi, mampu mewujudkan dengan aksi, sehingga layak dicontoh sebagai wujud eksistensi diri.

NGG memiliki perhatian terhadap persahabatan kepada guru, pemimpin dan masyarakat.

NGG juga membuatb kajian-kajian di dalam kelas. Baik untuk umum maupun teknis. Ini menjadi media untuk membekali anggota dan masyarakat dalam menyiapkan kapasitas diri dan organisasi yang dikelolanya.

Juga ada Kajian Membasuh Batin. Ini dihadirkan dalam mendasari tema-tema mengasah kelembutan hati agar setiap langkah tidak sebatas gerak fisik, tetapi juga dilandasi halusnya budi pekerti.

Keberadaan bootcamp diarahkan untuk pembinaan berkelanjutan bagi pengurus dan kader untuk memastikan kemampuan aset 100 miliar dalam 8 tahun ke depan, dan kesiapan bekal kepemimpinan bagi anak bangsa. Kesemuanya ini dilakukan untuk membangun kelas menengah yang lebih banyak dan mandiri demi mendukung kegemilangan Nusantara.

Karena tema NGG juga pembelajaran, maka dibutuhkan modelling dan benchmarking dari para tokoh bisnis yang telah sukses dan berkembang. Termasuk para pemimpin untuk melihat lebih dekat bagaimana model mereka dalam menjalankan ketokohan dan benchmarking lembaga yang dikelolanya.
NGG juga belajar untuk senantiasa mewujudkan pengabdiannya kepada masyarakat dalam bentuk membangun kesadaran warga sebagai subjek atau pelaku utama hingga akhirnya para anggota mampu mencontohnya dalam perusahaan atau lembaga yang akan mereka kelola.

Bentuk perkumpulan NGG selain di pusat, juga berkembang ke wilayah provinsi dan daerah kota atau kabupaten secara bertahap se-Nusantara. Tema yang akan dibangun adalah menyambungkan atau connecting idea, menyatukan, mengembangkan, serta membangkitkan segala kebaikan di tengah masyarakat. Dengan demikian akan terwujud kemakmuran atau building prosperity. (*)

Hidup harus lah selalu optimistis. Jangan pernah berhenti bermimpi untuk sebuah cita-cita besar. Termasuk bercita-cita, bahwa negeri ini bakal gemilang saat kelak berada di puncak siklus 100 tahun.

Jika dihitung dari kebangkitan nasional 20 Mei 1928, 100 tahun lagi adalah 2028. Jika dihitung dari proklamasi kemerdekaan, maka 100 tahun lagi adalah 2045.
Akan kah Indonesia bakal gemilang di 2028 atau 2045?

Tentu sebagai bangsa, kita harus yakin dengan kegemilangan negeri ini di masa mendatang. Tapi, yakin saja tidak lah cukup. Diperlukan upaya atau ikhtiyar yang serius, kongkret dan sistimatis.

Dan, perkumpulan Nusantara Gilang Gemilang (NGG) lahir untuk mengikhtiyari siklus 100 tahun menuju Indonesia maju, dengan langkah-langkah yang serius, kongkret, dan sistimatis.

NGG adalah kumpulan orang dengan latar belakang pengusaha dan pemimpin.
Sengaja mengambil diksi “gemilang” karena merupakan doa dan harapan semua komponen bangsa, bahwa suatu hari nanti nusantara akan gemilang.

Nusantara merupakan sebutan untuk kepulauan sebelum ada NKRI. Nusantara yang meliputi pulau dan lautan, bisa dimaknai sebagai cara pandang bangsa Indonesia bahwa bangsa ini pernah menjadi pemimpin di wilayah regional Asia Tenggara, serta banyak berkontribusi dalam persatuan, kemandirian, perdamaian, dan kemajuan kawasan.

Nilai-nilai yang dibawa dalam NGG adalah universal, dimana menjadi dasar bergerak dalam keimanan, kesatuan, kemandirian, keberdayaan, ketahanan, kebersamaan, dan kesejahteraan yang merupakan perwujudan dari sila-sila dalam Pancasila dan UUD 1945.

NGG adalah perkumpulan independen, tidak memihak kepada suatu kelompok ataupun pandangan politik tertentu, melainkan memihak pada segala hal yang berkaitan dengan kebaikan pelayanan, keterlibatan nyata di lapangan, kemandirian, hingga keberdayaan masyarakat dalam membangun kegemilangan.
Kalau dalam khazanah agama Islam sebagai agama mayoritas, konsep ini sering kita sebut peradaban Rahmatan Lil Alamin, yakni bermanfaat bagi lingkungan dan alam.

Adapun cita-cita dan visi bersama NGG adalah mewujudkan kegemilangan Nusantara dengan membangun kemandirian, kemakmuran, kepemimpinan atau sumber daya, serta keberdayaan sosial yang menghubungkan, menyatukan, menguatkan, dan membangkitkan potensi elemen bangsa.

Jadi NGG adalah panggilan takdir bagi anak bangsa untuk tidak tinggal diam. Melainkan mengambil peran sekecil apa pun untuk menyambut kegemilangan 100 tahun. Semua komponen fokus menuju dua arah tersebut. Berbagai hal dikerahkan. Setiap iktikad baik akan bertemu dalam langkah-langkah ke depan.

Adapun beberapa program dalam direktorat NGG di antaranya inkubasi dalam bentuk Bootcamp Asset Bisnis dan Akuisisi, Bootcamp Leadership, Kajian Umum dan Bimbingan Teknis, Muhibbah Kegemilangan, Indonesia Lunas, serta Pemuda dan Raga Gemilang.
Seluruhnya bisa diurut sebagai target aktivitas menuju pribadi, keluarga, bisnis, masyarakat, pemimpin, bangsa, dan Indonesia Nusantara Gemilang dengan strategi GILANG: Global Iniciative Leadhership Achiefment for National Greathnes.

Dalam pergerakannya, NGG sering mengambil filosofi dari H. O. S. Tjokroaminoto: ”Setinggi tinggi iman, ilmu, siasat, aset, pelayanan atau legacy.”

Guna mewujudkan hal ini, maka setiap anggota NGG atau kader akan didorong untuk mengembangkan dan menempa diri dalam membangun literasi atau melek baca, mampu bernarasi atau mampu menyampaikan konsep gagasan, mampu menyampaikan pendapat dengan landasan yang benar, mampu menyusun strategi, mampu mewujudkan dengan aksi, sehingga layak dicontoh sebagai wujud eksistensi diri.

NGG memiliki perhatian terhadap persahabatan kepada guru, pemimpin dan masyarakat.

NGG juga membuatb kajian-kajian di dalam kelas. Baik untuk umum maupun teknis. Ini menjadi media untuk membekali anggota dan masyarakat dalam menyiapkan kapasitas diri dan organisasi yang dikelolanya.

Juga ada Kajian Membasuh Batin. Ini dihadirkan dalam mendasari tema-tema mengasah kelembutan hati agar setiap langkah tidak sebatas gerak fisik, tetapi juga dilandasi halusnya budi pekerti.

Keberadaan bootcamp diarahkan untuk pembinaan berkelanjutan bagi pengurus dan kader untuk memastikan kemampuan aset 100 miliar dalam 8 tahun ke depan, dan kesiapan bekal kepemimpinan bagi anak bangsa. Kesemuanya ini dilakukan untuk membangun kelas menengah yang lebih banyak dan mandiri demi mendukung kegemilangan Nusantara.

Karena tema NGG juga pembelajaran, maka dibutuhkan modelling dan benchmarking dari para tokoh bisnis yang telah sukses dan berkembang. Termasuk para pemimpin untuk melihat lebih dekat bagaimana model mereka dalam menjalankan ketokohan dan benchmarking lembaga yang dikelolanya.
NGG juga belajar untuk senantiasa mewujudkan pengabdiannya kepada masyarakat dalam bentuk membangun kesadaran warga sebagai subjek atau pelaku utama hingga akhirnya para anggota mampu mencontohnya dalam perusahaan atau lembaga yang akan mereka kelola.

Bentuk perkumpulan NGG selain di pusat, juga berkembang ke wilayah provinsi dan daerah kota atau kabupaten secara bertahap se-Nusantara. Tema yang akan dibangun adalah menyambungkan atau connecting idea, menyatukan, mengembangkan, serta membangkitkan segala kebaikan di tengah masyarakat. Dengan demikian akan terwujud kemakmuran atau building prosperity. (*)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/