Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Demo dan Sinyal Darurat yang Nyata

A
Bayu Mulya PutraJurnalis Jawa Pos Radar Malang
Bayu Mulya Putra, Jurnalis Jawa Pos Radar Malang

Advertisement

Selain Indonesia, demonstrasi besar setidaknya juga terjadi di 13 negara sepanjang Oktober 2026. Mayoritas terjadi di negara-negara Eropa. Seperti Albania, Belgia, Rumania, Italia, Portugal, Spanyol, Prancis, dan Jerman. Jerman menjadi penutup rangkaian demonstrasi besar sepanjang Oktober.

 

Kabarnya ada lebih dari 160 ribu orang yang turun ke jalan, kemarin (31/10). Aksi yang bertepatan dengan perayaan Halloween itu dilakukan serentak di 34 kota. Termasuk di beberapa kota besar seperti Berlin, Muenchen, dan Frankfurt.

Advertisement

 

Para demonstran menyampaikan tuntutan yang hampir sama dengan warga dari negara lain. Seperti menuntut perbaikan kualitas pendidikan dan penurunan biaya hidup. Gelombang protes yang serupa juga sempat disuarakan warga Chile dan Kolombia.

 

Advertisement

Begitu pula dengan warga Iran, yang fokus mengeluhkan kondisi ekonomi. Tuntutan yang sedikit berbeda disampaikan warga India. Mereka memprotes daftar pemilih yang direvisi. Kabarnya ada 130 juta nama yang dihapus dalam daftar pemilih. 

 

Setidaknya ada dua kesamaan dari demonstrasi di negara-negara lain dengan di Indonesia. Yang pertama yakni keterlibatan anak-anak muda dalam aksi turun ke jalan. Berikutnya, keluhan terkait kondisi sosial dan ekonomi menjadi landasan utamanya.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Melek Finansial Sejak Dini, BRI Bekali Anak Muda dengan Tiga Mindset Penting!

Melek Finansial Sejak Dini, BRI Bekali Anak Muda dengan Tiga Mindset Penting!

BRI berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan literasi keuangan generasi muda. Melalui Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi , BRI memberikan pengetahuan untuk cakap mengatur keuangan bagi generasi muda.

Tren Cafe Hopping di Kalangan Anak Muda, Nongkrong Sambil Berburu Suasana Baru

Tren Cafe Hopping di Kalangan Anak Muda, Nongkrong Sambil Berburu Suasana Baru

Tren cafe hopping mulai menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. Mereka mengunjungi satu kafe ke kafe lainnya untuk menemukan suasana baru.

Tren Me Time di Kalangan Anak Muda, Tak Harus Pergi Jauh

Tren Me Time di Kalangan Anak Muda, Tak Harus Pergi Jauh

Tren me time semakin banyak dilakukan anak muda sebagai cara beristirahat sejenak dari rutinitas. Tak harus pergi jauh, waktu untuk diri sendiri bisa diisi dengan kegiatan seperti membaca atau mendengarkan musik di rumah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer