Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diler Kendaraan Listrik di Malang Berharap Subsidi Berlanjut

A
Penulis: Aditya Novrian❯
MAKIN MENJAMUR: Pengendara motor listrik melintas di Jalan Soekarno-Hatta kemarin siang.
MAKIN MENJAMUR: Pengendara motor listrik melintas di Jalan Soekarno-Hatta kemarin siang.

MALANG KOTA - Penjualan kendaraan listrik seperti mobil dan motor tahun ini terbilang stabil.


Advertisement

Sejumlah diler mengaku stabilnya penjualan karena subsidi yang diberikan pemerintah berhasil menarik minat masyarakat.

Pihak diler pun kini berharap dengan pemerintahan yang baru tak sampai membuat subsidi dicabut.

Karena subsidi menjadi daya tarik masyarakat paling banyak untuk membeli kendaraan listrik.

Advertisement

Direktur PT Gatra Perdana Putra Yudi Irawan Wijaya mengatakan, subsidi yang dimulai pertengahan tahun 2023 tersebut sangat mendorong animo masyarakat untuk membeli mobil listrik.

Selain itu pengetahuan masyarakat terhadap mobil listrik juga lebih baik, sehingga menjadikan mobil listrik sebagai pilihan saat membeli kendaraan.

”Pengetahuan mereka jauh lebih baik daripada saat awal dulu, terutama bagi yang sudah pakai,” tuturnya.

Advertisement

Yudi menambahkan, masyarakat banyak yang memilih mobil listrik untuk kendaraan harian.

Alasan utamanya yakni karena hemat. Untuk menempuh 100 kilometer, mobil listrik hanya memakan biaya listrik Rp15 ribu atau setara harga satu liter bensin.

”Biaya perawatan seluruhnya selama 5 tahun kami simulasikan cuma di bawah Rp 10 juta,” tuturnya.

Sementara untuk motor listrik tahun ini menjadi paling banyak dicari bahkan sampai kuota subsidi habis.

Habisnya kuota subsidi pembelian Rp 7 juta tersebut berdampak pada penjualan molis yang terus menurun.

Kepala Toko United Motor Listrik Malang Faizal Haki menyebutkan penjualan di tokonya menurun hingga 30 persen.

Banyak yang menunda pembelian menunggu subsidi tahun depan.

Untuk itu ia juga berharap pemerintahan yang baru dapat meneruskan program subsidi molis tersebut.

”Kami harap subsidi tetap ada karena dengan itu elektrifikasi kendaraan bisa lebih maju,” ujar dia. (dur/adn)

Advertisement
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Pemkot Malang dan Angkot Sepakati Nilai Subsidi Sebesar Ini, Angkutan Pelajar Bakal Beroperasi Mulai Juli

Pemkot Malang dan Angkot Sepakati Nilai Subsidi Sebesar Ini, Angkutan Pelajar Bakal Beroperasi Mulai Juli

Nominal subsidi untuk angkutan pelajar gratis akhirnya disepakati. Pemkot Malang dan pihak angkot menyetujui nominal Rp 6 ribu per kilometer. Dengan adanya kesepakatan itu, realisasi program kini tinggal menunggu waktu.

Transaksi SPKLU di Kota Batu Melonjak 2 Kali Lipat

Transaksi SPKLU di Kota Batu Melonjak 2 Kali Lipat

Transaksi SPKLU di Kota Batu naik 107% pada semester I 2026, menandakan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Namun, jumlah SPKLU masih terbatas dan terkonsentrasi di kawasan wisata.

Tarif Pajak Kendaraan Listrik Tunggu Gubernur

Tarif Pajak Kendaraan Listrik Tunggu Gubernur

Sampai awal Juli, penetapan pajak untuk kendaraan listrik belum dirumuskan. Pemkot Malang masih menunggu keputusan dari Gubernur Jawa Timur. Untuk diketahui, sepanjang 2025 hingga Juni 2026, pemilik kendaraan listrik di

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer