Salah satunya kini yang dilakukan PDIP Kota Malang. Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Malang Eko Hardyanto mengatakan, baik bakal calon legislatif (bacaleg) incumbent (petahana) maupun new comer (pendatang baru) sudah diimbau untuk mempersiapkan dana gotong royong.
Cara tersebut dilakukan parpol berlambang banteng moncong putih untuk tidak memakai dana yang tidak jelas. Sebab Eko ingin kader PDIP bersih memakai uang pribadi atau sumbangan yang memang jelas digunakan untuk kampanye.
”Termasuk untuk keperluan saksi. Kami juga sudah menyiapkan rekening khusus," terang Eko saat dikonfirmasi kemarin (12/6).
Selain dana kampanye, pihaknya juga sudah mulai menyusun strategi. Antara lain bacaleg harus sering blusukan ke warga. Upaya tersebut dilakukan berdasar pemetaan wilayah masing-masing, sehingga mereka bisa menyampaikan program partai maupun program pribadi.
”Jadi masyarakat bisa lebih paham. Ini sebagai langkah menjaring aspirasi dari masyarakat juga," imbuh dia.
Tak hanya partai besar yang ada di parlemen, partai non-parlemen seperti Partai Ummat juga sudah mulai menyusun alokasi keuangan kegiatan kampanye. Ketua DPC Partai Ummat Kota Malang Muhammad Fauzan Zuhri menjelaskan untuk kampanye cukup pas-pasan.
”Kami sebagai partai baru tentu mengandalkan keuangan dari kader sendiri, terserah mereka asalkan jelas dan nanti pakai rekening khusus,” tutur dia.
Sebab nantinya strategi kampanye yang dilakukan Partai Ummat sedikit berbeda. Fauzan menginstruksikan kepada delapan bacaleg dari partainya untuk melakukan silaturahmi ke elemen masyarakat di kelurahan masing-masing.
”Dari anggaran yang disiapkan, kami bisa menyebarkan simbol-simbol seperti banner dan stiker," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang Rinawati mengimbau parpol yang menerima dana bantuan politik (banpol) tak digunakan untuk kampanye. Sebab fungsi dari banpol hanya untuk pendidikan politik dan operasional sekretariat.
”Saat ini tinggal menunggu usulan pencairan dari masing-masing partai, akan kami awasi penggunaannya saat November,” tegas Rina. (mel/adn) Editor : Aditya Novrian