Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SMKN 6 Malang Gelar Projek Kokurikuler

A
Penulis: A. Nugroho❯

 


Advertisement

PANUTAN : Penampilan Operet yang memukau dari para guru menggunakan seragam siswa SMKN 6 Malang.
PANUTAN : Penampilan Operet yang memukau dari para guru menggunakan seragam siswa SMKN 6 Malang.

MALANG KOTA – SMKN 6 Malang menggelar pembinaan karakter yang dikemas dalam bentuk Projek Kokurikuler. Diikuti seluruh siswa, acara yang berlangsung pada 13-29 Oktober itu terbagi dalam tiga kegiatan.

Pertama, program Kesiapan Mencari Kerja (KEMEJA) untuk siswa kelas XII. Para siswa dibimbing membuat portofolio digital meng­gunakan aplikasi Google Sites.

Di sana mereka berlatih menghadapi sesi wawancara kerja, dan mengerjakan psikotes didampingi HRD dari PT Atlantis Indo Sukses. Dalam kegiatan itu, para siswa membuat video simulasi rekrutmen kerja yang ditayangkan di Aula AKSATA.

Advertisement

Kegiatan kedua Berbhinneka Tanpa Mencela (BERKACA), yang dikhususkan untuk siswa kelas XI. Dalam program ini siswa diajak terjun langsung ke Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), untuk mendapatkan pembelajaran bersama lansia, yatim-piatu, dan penyandang disabilitas.

Dalam kegiatan itu, siswa membuat buletin dan dipresentasikan.
Dilanjutkan mendengarkan arahan para ahli dari Dinas Sosial dan Psikolog Anak. Acara ditutup dengan kegiatan observasi dan bhakti panti di LKS area Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Program ketiga, Bersuaranya Generasi Muda (BERGEMA), yang diperuntukkan untuk siswa kelas X. Tujuan program ini meningkatkan antusias siswa saat pembelajaran, dan mengungkapkan ide atau gagasan.

Advertisement

”Ada beberapa siswa yang sampai menginap semalam. Agar mereka, semakin mendalami bagaimana karakter dan kedisiplinan dibentuk di panti tersebut,” jelas Waka Humas SMKN 6 Malang Wigonggo Among A. MPd.

Kepala SMKN 6 Malang Drs Mohammad Taufik MPd mengatakan, program itu banyak menginspirasi sekolah lain. ”Karena kegiatan berdampak langsung pada siswa dan bisa membawa perubahan karakter mereka,” tegasnya.

Taufik yang merupakan koordinator Projek Kokurikuler Aksata (K-ATA) mengungkapkan bahwa kreasi yang dilakukan oleh para guru sebagai fasilitator karena selalu disiplin mengadakan evaluasi dari perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang sudah dilakukan. Sehingga hal itu bisa merangsang ide-ide baru untuk dikemas dalam kegiatan yang menyentuh kebutuhan dasar siswa. (bes/gp)

Advertisement

Artikel Terkait

Semarak Puncak Kokurikuler 1 Academic Carnival SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo

Semarak Puncak Kokurikuler 1 Academic Carnival SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo

SMK NUSA sukses menggelar Puncak Kegiatan Kokurikuler 1 Tahun Ajaran 2026/2027 melalui ajang Academic Carnival pada Sabtu (22/8).

Terbantu Angkutan Pelajar, Siswa Berharap Rute DIperluas dan Penjemputan Fleksibel

Terbantu Angkutan Pelajar, Siswa Berharap Rute DIperluas dan Penjemputan Fleksibel

Sejumlah pelajar berharap layanan angkot pelajar bisa lebih fleksibel. Terutama dari sisi jam penjemputan dan jangkauan rute.

TKA 2026 di Kota Malang Diikuti 18.383 Siswa, Manajemen Waktu Jadi Catatan

TKA 2026 di Kota Malang Diikuti 18.383 Siswa, Manajemen Waktu Jadi Catatan

TKA 2026 di Kota Malang Diikuti 18.383 Siswa, Manajemen Waktu Jadi Catatan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer