Malang Makin Panas, Ini Strategi Mahasiswa UB dan Komunitas Lingkungan

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Penyusutan ruang terbuka hijau (RTH) dan kenaikan suhu menjadi perhatian Malang Next Generation (MNG) 2026. Kajian MNG mencatat RTH Kota Malang turun dari 66,7 persen pada 2000 menjadi sekitar 18 persen pada 2023. Pada periode berbeda, suhu rata-rata meningkat dari 23,2 derajat Celsius pada 2019 menjadi 24,3 derajat Celsius pada 2025.
Kondisi tersebut mendorong Keluarga Mahasiswa Teknik Lingkungan (KMTL) Universitas Brawijaya merumuskan strategi pengendalian suhu perkotaan melalui program MNG 2026. Pembahasan berlanjut dalam Diskusi II berbentuk Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Maky Chicken, Minggu (30/8), dengan melibatkan sejumlah komunitas lingkungan.
Penyusutan RTH Jadi Perhatian
Penyusutan RTH menjadi salah satu persoalan yang dikaji dalam MNG 2026 karena berkaitan dengan kondisi lingkungan perkotaan. Selain berkurangnya RTH, peningkatan pembangunan dan kepadatan kawasan, pertumbuhan kendaraan bermotor, serta tingginya aktivitas perkotaan turut menjadi faktor yang berkaitan dengan meningkatnya suhu permukaan dan fenomena urban heat island (UHI).
Diskusi II menjadi kelanjutan dari pembahasan sebelumnya. Mahasiswa bersama Trash Hero Tumapel, Green Planet Leaders, dan Adidaya meninjau kembali strategic plan yang telah disusun pada Diskusi I.
Pembahasan tidak hanya menyangkut substansi, tetapi juga penggunaan diksi agar gagasan dan rekomendasi yang dirumuskan lebih jelas serta mudah dipahami. Setiap bagian strategic plan dikaji untuk memastikan strategi yang disusun tetap berkaitan dengan persoalan kenaikan suhu di Kota Malang.
Strategi Pengendalian Suhu Dipertajam
Strategi yang dirumuskan kemudian dipertajam dengan sejumlah masukan dari komunitas lingkungan. Salah satunya menyangkut penguatan aktivasi dan cakupan RTH agar rekomendasi tidak berhenti pada konsep.
Pembahasan juga mencakup penyesuaian rekomendasi dengan kondisi setiap wilayah, metode pelaksanaan, indikator keberhasilan, aktor penggerak, hingga peran mahasiswa dalam mitigasi UHI.
Masukan tersebut diarahkan agar strategic plan tidak sekadar menjadi dokumen, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah yang konkret dan terukur.
Komunitas Dorong Gagasan Bisa Ditindaklanjuti
Keterlibatan komunitas lingkungan dinilai penting untuk menguji sekaligus memperkuat gagasan yang telah disusun mahasiswa. Trash Hero Tumapel menekankan pentingnya agar hasil pembahasan dapat diterima oleh pihak yang berkaitan.
“Semoga apa yang sudah didiskusikan dan dirumuskan ini dapat diterima dan didengar dengan baik,” ujar Coki dari Trash Hero Tumapel.



