FKH UB Terima Mahasiswa Jalur IUP dan Mahasiswa Asing Asal India-Pakistan

MALANG — Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) semakin memperkuat komitmen internasionalisasinya pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Tahun ini, FKH UB tidak hanya menerima empat mahasiswa dalam negeri melalui jalur International Undergraduate Program (IUP), tetapi juga resmi menyambut tiga mahasiswa asing asal India dan Pakistan.
Empat mahasiswa lokal yang tercatat menempuh pendidikan lewat jalur IUP FKH UB adalah Putri Sutirto Al Jili, Zaskia Syaffira, Raden Almira Danish Inaya, dan Andrea Alexandra Gunawan. Program IUP merupakan kelas internasional besutan Universitas Brawijaya yang mengadopsi kurikulum berstandar global dengan pengantar bahasa Inggris.

Dekan FKH UB, drh. Dyah Ayu Oktavianie AP., M.Biotech., AP.Vet., menyampaikan bahwa penyelenggaraan jalur IUP ini bertujuan untuk mencetak dokter hewan yang siap bersaing di kancah internasional.
"Diterimanya mahasiswa melalui jalur IUP ini menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan global di FKH UB. Kami menyiapkan mereka tidak hanya untuk menguasai keilmuan kedokteran hewan secara komprehensif, tetapi juga siap berkolaborasi dalam riset dan pertukaran akademik tingkat dunia," ujar drh. Dyah Ayu.
Selain program IUP, atmosfer internasionalisasi di FKH UB semakin terasa dengan bergabungnya tiga mahasiswa asing, yaitu Numa Shajid dan Fedora Swamy dari India, serta Tahreem dari Pakistan. Kehadiran mereka menambah warna keberagaman di lingkungan kampus yang selama ini aktif menyelenggarakan program inbound student dan summer course internasional.
Salah satu mahasiswa asing asal India, Numa Shajid, mengungkapkan antusiasmenya bergabung dengan FKH UB. "Fasilitas riset dan reputasi akademik FKH UB menjadi alasan utama saya memilih berkuliah di Indonesia," ungkap Numa.
Lebih lanjut, drh. Dyah Ayu menegaskan bahwa penerimaan mahasiswa dari berbagai negara dan jalur internasional ini sejalan dengan peta jalan (roadmap) pengembangan fakultas serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
"Kehadiran mahasiswa internasional dan mahasiswa IUP menciptakan ekosistem belajar yang inklusif dan multikultural. Langkah ini menjadi wujud nyata kontribusi FKH UB dalam mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan jejaring akademik global," tegas drh. Dyah Ayu.
Ia menambahkan, keterkaitan antara kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan melalui pendekatan One Health juga menempatkan peran FKH UB sangat relevan dengan pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).
Ketujuh mahasiswa baru tersebut akan mulai mengikuti perkuliahan bersama angkatan 2025/2026 lainnya, sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis FKH UB dalam memperkuat reputasi global di bidang pendidikan kedokteran hewan.



