
Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) menerima wakaf konsep Integrated and Holistic Education System (IHES) dari Prof. Dr. Hasni Mohammed, Education Architect, Professor of Education, sekaligus pendiri IHES Malaysia. Penyerahan tersebut berlangsung di Ampang Jaya, Selangor, Malaysia, Selasa (29/9/2026), sebagai bagian dari penguatan kolaborasi pendidikan antara Prof. Hasni dan Thursina IIBS.
Prof. Dr. Hasni telah menjadi Senior Advisor Thursina IIBS sejak lembaga ini didirikan. Wakaf IHES menjadi bentuk kontribusi keilmuan sekaligus amanah pendidikan untuk memperkaya pengembangan sistem pendidikan Islam yang terintegrasi dan holistik.
Sebelum prosesi penyerahan, Thursina dan Prof. Hasni menjalani dua hari pada 28-29 September untuk sesi presentasi serta workshop di Malaysia. Rangkaian tersebut menjadi ruang untuk memahami konsep IHES secara lebih mendalam sebelum kemudian dikaji relevansinya dengan filosofi dan sistem pendidikan yang telah berkembang di Thursina.
CEO Thursina IIBS, Ustaz Nur Abidin, Ed.D., menegaskan bahwa wakaf tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem pendidikan Thursina IIBS.
“IHES kami terima sebagai kekayaan intelektual dan referensi yang dapat memperkuat perjalanan Thursina menuju Holistic and Balanced Education yang semakin kokoh, terstruktur, dan berkelanjutan,” paparnya.
Wakaf IHES secara simbolis diserahkan Prof. Dr. Hasni bin Mohammed kepada para Nadhir, yakni Chairman Thursina IIBS, Ustaz Dr. Muhammad Ali Wahyudi dan CEO Thursina IIBS, Ustaz Nur Abidin, Ed.D. Prosesi tersebut turut disaksikan KH. Imam Awaludin, Ph.D., Ustaz Muhammad Rajab, M.Pd.I., dan Ustaz Mohamat Taufik, M.Ed.
Menautkan Faith, Knowledge, dan Character
Konsep IHES membawa pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan sejumlah dimensi perkembangan peserta didik, termasuk aspek spiritual, intelektual, karakter, kepemimpinan, dan kompetensi.
Bagi Thursina, kerangka tersebut menjadi salah satu bahan refleksi untuk memperkuat hubungan antara faith, knowledge, character, competence, dan meaningful contribution dalam pendidikan.
Ustaz Nur Abidin menambahkan, proses pengembangan pendidikan harus tetap berangkat dari identitas lembaga sekaligus terbuka terhadap gagasan yang dapat memperkaya kualitasnya.



