Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

FILKOM UB Garap Aplikasi berASN, Bidik Distribusi Beras yang Transparan

K
Penulis: Kholid Amrullah❯
SINERGI: Tim Universitas Brawijaya (UB) bersama perwakilan Pemkab Malang membahas kolaborasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
SINERGI: Tim Universitas Brawijaya (UB) bersama perwakilan Pemkab Malang membahas kolaborasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Advertisement

 

MALANG - Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Brawijaya (UB) yang diketuai oleh dosen Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB, Dr. Ir. Heru Nurwarsito, M.Kom., mengembangkan aplikasi berASN. Aplikasi berupa Sistem Satu Data dan Dashboard Lintas Dinas ini dirancang untuk merapikan tata kelola pengadaan beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Aplikasi ini menyatukan data Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam satu sistem transparan, sekaligus membuka akses pasar yang lebih pasti bagi petani lokal.

Advertisement

Kegiatan ini digagas menyusul persoalan yang selama ini dihadapi sejumlah OPD, seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Masing-masing mengadakan kebutuhan beras pegawainya secara terpisah tanpa acuan data tunggal mengenai stok, harga, maupun mitra penyedia yang kredibel. Di sisi lain, Gapoktan seperti Kelompok Tani Makmur dan Sri Rejeki sebenarnya telah mampu memproduksi dan mengelola beras secara mandiri dari hulu ke hilir, tetapi masih kesulitan mengakses pasar institusional yang terjamin.

“Fragmentasi data lintas instansi ini yang ingin kami selesaikan. Lewat berASN, OPD dan Gapoktan bertemu dalam satu basis data satu pintu, sehingga stok, transaksi, dan pengguna yang tercatat di satu modul otomatis termutakhirkan di modul lain,” ujar Heru.

Advertisement

Rapat koordinasi lintas dinas telah digelar pada 8 Juli 2026 bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang. Pertemuan itu menyepakati pembagian peran. Dinas Ketahanan Pangan bertindak sebagai pengawas sistem tanpa terlibat dalam pengelolaan dana, sedangkan Dinas Kominfo bertanggung jawab penuh atas pengembangan aplikasi dan infrastruktur server.

Dari sisi teknis, berASN dibangun dengan lima modul utama, yakni Dashboard, Manajemen User, Customer, Tenan, dan Laporan, serta terintegrasi dengan payment gateway berskema sub-merchant. Skema ini memungkinkan dana dari OPD langsung tersalur dan terbagi otomatis ke rekening masing-masing Gapoktan tanpa transit di Dinas Ketahanan Pangan, sementara dinas tersebut tetap dapat memantau seluruh transaksi secara real-time.

KOLABORASI: Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Brawijaya (UB) berdiskusi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terkait pelaksanaan program pengabdian masyarakat.
KOLABORASI: Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Brawijaya (UB) berdiskusi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terkait pelaksanaan program pengabdian masyarakat.

Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur pencocokan lokasi (proximity matching) yang membatasi transaksi OPD hanya pada Gapoktan terdekat, dipadukan dengan kebijakan bebas ongkos kirim dalam radius yang ditentukan masing-masing Gapoktan. Pendekatan ini diharapkan menekan biaya distribusi sekaligus menjaga keadilan harga bagi petani.

Selain pengembangan sistem, tim menyiapkan payung hukum berupa Memorandum of Understanding (MoU) dan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) yang akan mengikat Pemkab Malang, Dinas Ketahanan Pangan, Gapoktan, dan perwakilan petani. Dokumen itu akan mempertegas hak, kewajiban, serta standar harga dan kualitas beras yang diperdagangkan.

Program ini direncanakan berjalan bertahap selama tiga tahun. Tahap pertama berlangsung dari Juli hingga November 2026 dengan target purwarupa aplikasi yang teruji dan draf payung hukum kerja sama. Tahun 2027 diarahkan pada penerapan penuh sistem pembayaran dan pelatihan pengguna, sedangkan pada 2028 aplikasi ditargetkan diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Malang.

“Kami berharap sistem ini dapat mendukung transformasi tata kelola distribusi pangan daerah yang lebih transparan, efisien, dan terintegrasi lintas sektor, sejalan dengan kebijakan Satu Data Indonesia dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik,” tambah Heru.

Selain Heru, tim pengabdian ini beranggotakan Dr. Ir. Raden Arief Setyawan, S.T., M.T. dari Fakultas Teknik dan Nur Hazbiy Shaffan, S.T., M.T. dari FILKOM UB. Empat mahasiswa dari berbagai fakultas juga terlibat, yaitu Lintang Cahayu Sanita Putri (Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya), Faiz Ardiyantara (Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Hadid Ibrah Hamdi (Agribisnis, Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan), dan Fajar Graha Sulistyo (Agribisnis Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan). Para mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam pengumpulan data lapangan, pengujian aplikasi, dan pelatihan pengguna.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Strategis UB tahun 2026, dibiayai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Dana Masyarakat DPA PTNBH, berdasarkan kontrak Nomor 00833.8/DST/UN10.A0501/B/PM.01.01/2026. (hn/rr)

Advertisement

Artikel Terkait

FILKOM UB dan Ritsumeikan University Jepang Jajaki Program Double Degree

FILKOM UB dan Ritsumeikan University Jepang Jajaki Program Double Degree

FILKOM UB menjajaki kerja sama akademik dengan Ritsumeikan University, Jepang, melalui program DOKAR 2026.

Dosen PTI FILKOM UB Bahas Riset Flipped Classroom bersama Peneliti Ritsumeikan University di Jepang

Dosen PTI FILKOM UB Bahas Riset Flipped Classroom bersama Peneliti Ritsumeikan University di Jepang

Tim peneliti PTI FILKOM UB memperkuat kolaborasi riset dengan Ritsumeikan University, Jepang, melalui DOKAR 2026, dengan fokus pada penyempurnaan riset flipped classroom dan kesadaran metakognitif.

FILKOM UB Perkuat Teaching Factory melalui Penjajakan Kolaborasi dengan Mitra Industri

FILKOM UB Perkuat Teaching Factory melalui Penjajakan Kolaborasi dengan Mitra Industri

FILKOM UB menjajaki kerja sama dengan Mastersystem, Huawei, dan Epson untuk mengembangkan Teaching Factory guna memperkuat pembelajaran berbasis industri, internship, PKL, dan capstone project.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer