
RADAR MALANG – Kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan memiliki keterkaitan erat yang membutuhkan penanganan lintas disiplin. Untuk memperkuat sinergi tersebut, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) menggelar *The 9th International Conference on One Health* (ICOH) 2026 secara daring, Rabu (28/10).
Mengusung tema *“Advancing Global One Health: Innovations, Resilience, and Partnerships toward Sustainable Development”*, konferensi internasional ini menjadi forum pertukaran pengetahuan, pemaparan hasil penelitian, serta pengembangan kemitraan untuk menjawab tantangan kesehatan global.
Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, dia menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan sektor untuk menghadapi persoalan kesehatan yang semakin kompleks.
Pendekatan *One Health* dinilai relevan karena kondisi kesehatan manusia tidak dapat dipisahkan dari kesehatan hewan maupun lingkungan. Karena itu, upaya penanganannya memerlukan koordinasi dan keterlibatan berbagai bidang keilmuan.
Dekan FKH UB drh. Dyah Ayu Oktavianie AP., M.Biotech., AP.Vet., juga menyoroti pentingnya sinergi pendidikan, penelitian, dan kerja sama internasional. Melalui ICOH 2026, fakultas mendorong pertukaran gagasan dan hasil riset yang berpotensi melahirkan inovasi, memperkuat ketahanan menghadapi ancaman kesehatan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Konferensi ini diikuti 64 peserta dari sejumlah negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Australia. Keterlibatan peserta internasional tersebut membuka ruang bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk memperluas jejaring sekaligus bertukar perspektif dalam penerapan konsep *One Health*.
Sejumlah pakar turut dihadirkan sebagai pembicara utama (*keynote speakers*). Mereka adalah drh. Hendra Wibawa, M.Si. Ph.D dari Direktorat Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia; Indra Exploitasia Semiawan, DVM., M.Si., dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia; serta Dr. Muhammad Luqman Nordin dari Department of Pharmaceutical Technology, Faculty of Pharmacy, Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.
Selain itu, ICOH 2026 menghadirkan enam pembicara undangan (*invited speakers*), yakni Assoc. Prof. MVDr. Ivona Foitová, PhD., dari Masaryk University, Republik Ceko; Albert Mulenga, DVM, MVSc., Ph.D., dari Graduate School of Science and Engineering; Dr. Ir. Erni Johan, M.Agr., dari Ehime University, Jepang; Prof. Dr. Neelesh Sharma dari SKUAST Jammu, India; Professor Dr. Clemente Michael Wong Vui Ling dari Biotechnology Research Institute, Universiti Malaysia Sabah, Malaysia; serta Dr. Rahadi Swastomo, DVM., M.Biomed., dari Universitas Brawijaya.
Kehadiran para narasumber dari berbagai institusi memperkaya pembahasan dengan perspektif kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, kehutanan, farmasi, biomedis, dan bidang terkait lainnya. Ragam keilmuan tersebut sejalan dengan prinsip *One Health* yang memandang kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem sebagai satu kesatuan.

Adapun pembahasan ilmiah dalam konferensi ini mencakup tujuh bidang utama. Mulai dari penyakit *emerging*, zoonosis, dan resistansi antimikroba; kesehatan masyarakat veteriner serta keamanan dan ketahanan pangan; hingga kesehatan, kesejahteraan, nutrisi, dan produksi hewan berkelanjutan.



