Menembus Batas Digital: SMPN O2 Batu Berhasil Menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google

BATU, RADAR MALANG – SMPN 02 Batu terus berusaha mengembangkan berbagai program unggulan untuk memberikan bekal kompetensi yang berguna bagi murid dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin berkembang. Tidak hanya membentuk karakter murid dan mengasah potensi akademik dan nonakademik, tetapi juga memperkuat keterampilan murid dalam memanfaatkan teknologi.
Banyak usaha yang sudah dikerjakan oleh SMPN 02 Batu, seperti menyiapkan sarana prasarana pendukung, peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan tekonologi, dan menyiapkan murid agar siap belajar dengan memanfaatkan teknologi. Di SMPN 02 Batu seluruh warga sekolahnya sudah 100% memiliki akun belajar.id. Terdapat 30 % guru yang sudah lulus Google Certified Educator dan 70% guru yang sudah lulus GCE Gemini. Para siswa dan guru sudah terbiasa menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran. Sekolah ini juga sudah memiliki 64 Chromebook atau laptop yang biasa digunakan oleh siswa.
Pada tahun 2025 SMPN 02 Batu berhasil menjadi salah satu Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG). KSRG adalah Kandidat Sekolah Rujukan Google, yaitu program penghargaan dan inisiatif dari Google for Education untuk sekolah-sekolah yang berkomitmen melakukan transformasi digital dalam proses pembelajaran. Hanya ada tiga sekolah di Kota Batu yang berhasil mendapat predikat ini. Pencapaian ini menjadi semangat bagi SMPN 02 Batu untuk terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan tekonologi digital dalam kegiatan pembelajaran. Pemanfaatkan teknologi digital ini sangat membantu guru dalam menyampaikan materi dan memudahkan siswa dalam mengakses berbagai sumber belajar.
Keberhasilan menjadi KSRG belum menjadi pencapaian akhir bagi SMPN 02 Batu. Sekolah ini ingin terus berkembang hingga dapat menjadi Sekolah Rujukan Google, tidak hanya berhenti pada status kandidat. Diani Kusumawati mengatakan, “Semoga SMPN 02 bisa memberikan contoh baik bagi sekolah-sekolah lain agar ikut menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google.” (22/10). Diani juga berpesan pada para murid agar terus belajar dan mau membuka diri pada perubahan agar dapat beradaptasi di era serba digital saat ini.



