
KABUPATEN, RADAR MALANG - Sebagai pelopor ketahanan pangan tingkat kabupaten pada Oktober 2026 ini. SMP Negeri 02 Dampit memiliki keunggulan yang berbeda dari institusi lain, yakni terletak pada integritas dan kurikulum pertanian modern. Melalui program SIGAP (Siswa Inovatif Gerakan Aman Pangan), siswa aktif membudidayakan tanaman pangan hidroponik, dan pupuk organik mandiri di lingkungan sekolah.
Keberhasilan program ini di dukung oleh kerja keras warga sekolah.Mereka konsisten marawat ekosistem hijau tersebut. Langkah konkret ini di ambil sebagai respon terhadap lingkungan, sekaligus sebagai pembelajaran kontekstual yang efektif bagi murid. Anik Salmah S. Pd selaku kepala sekolah menjelaskan bahwa, interaksi langsung dengan alam mampu membangun karakter peduli lingkungan sejak dini. Beliau menegaskan bahwa inovasi kebun sekolah menjadi bukti nyata, dari sektor pendidikan. Hal ini menjadi kontribusi untuk kestabilan pangan lokal
"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan progam pertanian, agar dampaknya bisa meluas ke lingkungan para siswa".Ujar Anik Salmah S.Pd saat memantau perkembangan panen. Hasih panen menunjukkan bahwa, keterlibatan aktif tidak hanya berorientasi pada penghargaan semata. Melainkan mewujudkan pembentukan kemandirian, keterampilan hidup, yang berguna bagi masa depan di wilayah Dampit.
Perluasan area tanam pertanian yang lebih efisien di targetkan oleh SMP Negeri 2 Dampit. Harapan besar yang ingin mereka gapai yakni melahirkan generasi muda yang mandiri, berwawasan ekologi, serta mampu menjadi perubahan untuk menjaga ketahanan pangan. Dengan semangat yang kuat, seluruh target dan cita cita yang mulia, dapat terwujud secara berkelanjutan.



