
BATU – Di balik gegap gempita acara Reuni Akbar dan pelantikan Pengurus Keluarga Maluana Malik Ibrahim (KAMALIKA) UIN Malang 2026, Minggu, 1 November lalu, ada cerita unik yang bikin bibir tersenyum-senyum sambil kepala manggut-manggut. Cerita ini datang dari salah seorang peserta reuni bernama Erlin Nur Hidayati, angkatan 1996 dari Jurusan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah STAIN Malang, asal Tuban.
Emak-emak yang lugu ini sejak awal sudah sangat ingin ikut reuni. Keinginannya itu dia sampaikan di grup angkatan 1996. Awalnya, dia ingin naik kereta api. Namun, karena jadwal keberangkatannya terlalu pagi, sementara dia masih harus mengajar di sekolah, rencana itu pun dibatalkan. Dia kemudian beralih menggunakan bus umum.

Sepulang mengajar sekitar pukul 09.00, dia menunggu bus jurusan Jombang di Jalan Raya Pakah, Plumpang, Tuban. Namun, hingga pukul 11.00, sama sekali tidak ada bus menuju Jombang. “Adanya bus-bus besar yang ke Surabaya,” kata Erlin.
Akhirnya, dia dan suaminya, M. Abdul Aziz, memutuskan pulang untuk mencari sopir yang bersedia mengemudikan mobil pribadinya. Sebab, sang suami tidak berani menyetir mobil di kota-kota besar. Setelah mendapatkan sopir, mereka pun berangkat sekitar pukul 12.00.



