
RADAR MALANG – Sebanyak 15 mahasiswa internasional memilih Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) sebagai tujuan studi pada tahun 2026. Jumlah ini menjadi penerimaan mahasiswa internasional terbanyak di antara fakultas di Universitas Brawijaya pada tahun ini. Mayoritas mahasiswa berasal dari Pakistan, dengan 14 mahasiswa memperoleh dukungan pendanaan melalui beasiswa Brawijaya International School (BIS) yang didanai universitas.
Capaian ini memperkuat daya tarik FIA UB sebagai tujuan pendidikan tinggi bagi mahasiswa lintas negara. Didukung oleh akreditasi internasional pada seluruh program studinya, FIA UB terus mengembangkan lingkungan akademik yang membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan dan perspektif global.
Untuk memastikan mahasiswa internasional dapat mengenal lingkungan pendidikan yang akan menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka, FIA UB menyelenggarakan New International Student Orientation pada Selasa (13/10/2026) di Gedung B Lantai 2 FIA UB. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada sistem akademik, karakter keilmuan fakultas, serta berbagai peluang pengembangan diri melalui organisasi kemahasiswaan, jejaring alumni, dan kewirausahaan. Pembekalan tersebut menjadi langkah awal untuk membantu mahasiswa beradaptasi sekaligus mengenali kesempatan yang dapat mereka manfaatkan selama menempuh studi.

Dalam sambutannya, Dekan FIA UB, Prof. Hamidah Nayati Utami., S.Sos., M.Si., menekankan bahwa keputusan memilih Indonesia dan Universitas Brawijaya merupakan langkah penting bagi perjalanan pendidikan mahasiswa. Ia juga menyoroti kontribusi mahasiswa internasional dalam memperkaya kehidupan akademik melalui pertukaran perspektif dan pengetahuan.
“You bring different perspectives to the academic campus to share knowledge,” ujarnya.
Daya tarik FIA UB bagi mahasiswa internasional juga tercermin dari pengalaman Phyu, mahasiswa asal Myanmar yang saat ini menempuh pendidikan sarjana. Sebelum memilih FIA UB, Phyu melakukan riset mengenai reputasi dan kualitas pendidikan fakultas. Ia tertarik pada reputasi akademik FIA UB, keberadaan banyak profesor perempuan, serta beragam aktivitas dan program internasional yang ditawarkan.
“There’s a lot of good reputation for FIA. They have so many female professors and offer very good education quality. There are also many activities at FIA, and they offer international programs,” ungkap Phyu.
Ketertarikan tersebut semakin menguat setelah Phyu berdiskusi dengan ketua departemen mengenai kesempatan pengembangan akademik selama masa studi. Dalam pertemuan tersebut, ia memperoleh informasi mengenai beragam program yang dapat diikuti mahasiswa dalam satu tahun, termasuk peluang kolaborasi dengan universitas dari Thailand dan negara lainnya. Informasi ini membentuk ekspektasinya terhadap pengalaman belajar di FIA UB, tidak hanya melalui perkuliahan, tetapi juga melalui kesempatan memperluas wawasan dan jejaring internasional.
Sementara itu, mahasiswa program magister Administrasi Bisnis FIA UB, Medas Muvhunzwi, asal Simbabwe enjadikan reputasi akademik Universitas Brawijaya sebagai salah satu pertimbangan utama dalam memilih tempat studi lanjut. Setelah melakukan pencarian informasi mengenai perguruan tinggi di Indonesia, ia menilai UB memiliki reputasi yang kuat, yang kemudian mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana di FIA UB. Selain reputasi universitas dan fakultas, lingkungan Indonesia yang dinilainya ramah dan aman bagi mahasiswa internasional turut memperkuat keputusannya.
“I think UB is one of the top-ranked universities in Indonesia, so that was one of the major reasons I considered pursuing my postgraduate studies here. The faculty was also an important factor in my decision to pursue a master’s degree in Business Administration. Indonesia also offers a friendly and safe environment for international students. Finally, one of my personal goals was to upgrade my skills and capabilities to keep up with global and industry trends,” tuturnya.



