Tari Yosakoi sendiri adalah sebuah tarian yang berasal dari Kochi, prefektur yang terletak di Pulau Shikoku, Jepang. Tahun ini pemerintahan Kochi menunjuk langsung Kizuna International Team, ambassador dari Tari Yosakoi yang anggotanya berasal dari 18 negara untuk membuat video musik Tari Yosakoi.
Ketua Kizuna International Team kemudian menghubungi beberapa komunitas Yosakoi, salah satunya Badai Yosakoi Sastra Jepang FIB UB. Badai Yosakoi merupakan sebuah komunitas Jepang yang aktif sejak 2008 dan terbuka untuk seluruh mahasiswa UB. Karenanya beberapa orang anggota dari Badai Yosakoi pun berpartisipasi dalam proyek video musik bertajuk ‘GO!’ ini.
Pada tahun-tahun sebelumnya, proyek Tari Yosakoi ini merupakan sebuah festival yang diadakan di sepanjang jalan daerah Kochi. Namun, tahun ini acara dilakukan secara virtual dikarenakan adanya pandemi. Selama proses persiapan, anggota yang berpartisipasi diberikan koreografi dan diminta untuk merekamnya dengan waktu pengumpulan tiga bulan
Mahasiswa FIB UB anggota Badai Yosakoi yang berpartisipasi diantaranya adalah Adhe Putri N, Chandra Trisnadi, Alandra Anas Athallah, Oktiva Qusnia Anggraeni, Ilham Zhulfikar, dan Anisatul Afifah. Salah satu anggotanya, Anisatul mengatakan bahwa sebelumnya Badai Yosakoi telah mengikuti beberapa acara lain yang berkaitan dengan Jepang.
“Tari Yosakoi memiliki ciri khas penggunaan alat perkusi oleh tiap penari, serta gerakan yang tidak begitu sulit,” ujar Annisatul.
Ia juga mengatakan, proyek video musik ‘GO!’ ini memiliki pesan berupa kesatuan hati para partisipan walaupun berjarak dan berbeda negara.
Pewarta : Errica Vannie
Editor : Shuvia Rahma