Irma Novita Nur Azizah SE
Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Institut Pertanian Bogor
Kenaikan harga pada banyak komoditas pangan dapat dirasakan di Pasar Sumedang, Kepanjen. Pasar ini terletak di Kepanjen, Kabupaten Malang dan terkenal sebagai pasar yang menjual kebutuhan pangan. Kelompok komoditas pangan seperti cabai rawit, bawang merah dan tomat tampak mengalami kenaikan harga.
Harga cabai rawit meningkat dari Rp 26.000/kg menjadi Rp 30.000/kg, harga bawang merah meningkat dari Rp 24.000/kg menjadi Rp 26.000/kg, harga tomat meningkat dari Rp 10.000/kg menjadi Rp 14.000/kg dan komoditas sayur seperti sawi, buncis dan terong juga mengalami kenaikan harga. Naiknya harga-harga dari komoditas pangan ini diduga merupakan dampak dari perubahan iklim yang mempengaruhi suplai dari produk pertanian tersebut.
Produk pertanian pangan yang diperjualbelikan di Pasar Sumedang bersumber dari petani di daerah Malang dan sekitarnya. Sebagian besar komoditas pangan didatangkan dari pasar yang lebih besar di daerah Malang Kota. Yaitu Pasar Gadang yang mana produk pertanian pada pasar tersebut bersumber dari petani di daerah Batu, Kecamatan Tumpang dan kecamatan sekitarnya. Selain itu ada beberapa pedagang di Pasar Sumedang juga menjual komoditas pangan yang bersumber dari petani di daerah sekitarnya. Yaitu Ngajum, Kanigoro dan Pagelaran. Tampaknya pada daerah Malang dan sekitarnya sedang mengalami musim hujan yang mana berdampak pada penurunan hasil panen petani komoditas pangan di daerah tersebut.
Menurut teori ekonomi yaitu teori supply-demand pasar persaingan sempurna, harga keseimbangan pada persaingan di pasar terbentuk ketika penawaran pasar sama dengan permintaan pasar. Beberapa faktor yang dapat merubah penawaran pasar salah satunya adalah perubahan iklim. Perubahan iklim dapat berdampak pada penurunan total hasil panen yang mana akan berakibat pada penurunan suplai komoditas pertanian.
Jika terdapat perubahan pada suplai atau penawaran di pasar maka akan merubah harga yang berlaku di pasar. Pada kasus di Pasar Sumedang terjadi penurunan suplai pada komoditas cabai rawit, bawang merah serta tomat yang berakibat pada kenaikan harga pasar pada ketiga komoditas tersebut. Dari wawancara dengan pedagang di Pasar Sumedang (Bu Anis, 45 dan BuTun, 50 ) selama musim hujan masih berlangsung, harga dari sebagian besar komoditas pangan masih cenderung akan terus meningkat dan belum menandakan adanya penurunan.
Di samping peningkatan harga dari komoditas pangan yang telah dibahas, tidak terdapat perubahan yang drastis dari konsumsi cabai rawit, bawang merah dan tomat oleh masyarakat. Hal ini diakibatkan karena cabai rawit, bawang merah dan tomat merupakan barang dengan permintaan yang elastis. Pada teori ekonomi, jika sebuah barang memiliki permintaan yang elastis dapat dikatakan bahwa perubahan harga pada barang tersebut tidak berpengaruh besar terhadap perubahan permintaannya.
Barang-barang yang tergolong memiliki permintaan elastis biasanya merupakan barang-barang pokok seperti komoditas pangan. Cabai rawit, bawang merah serta tomat dapat dikategorikan menjadi komoditas pokok di Indonesia. Hampir setiap rumah tangga mengkonsumsi cabai rawit, bawang merah dan tomat sebagai pelengkap masakan setiap harinya. Hal ini yang mengakibatkan permintaan terhadap cabai rawit, bawang merah dan tomat masih cenderung stabil meskipun harganya meningkat.
Pada jangka pendek peningkatan harga pada cabai rawit, bawang merah dan tomat dapat menurunkan surplus konsumen. Surplus konsumen merupakan ukuran manfaat dalam arti uang, kesejahteraan ataupun kepuasan dari konsumen. Semakin tinggi harga maka semakin kecil surplus konsumen. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa kenaikan harga pada komoditas pangan yaitu cabai rawit, bawang merah dan tomat akan berakibat pada penurunan kesejahteraan atau kepuasan dari masyarakat yang mengkonsumsi ketiga komoditas tersebut. (*)
Editor : Didik Harianto