MALANG KOTA – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD sudah dibuka secara offline sejak 5 Juli lalu.
Namun hingga kemarin (8/7), belum ada tanda-tanda pagunya bakal terpenuhi.
”Hingga hari ini (kemarin), sisa pagu yang kosong 1.182 kursi,” terang Kepala
Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Dodik Teguh Pribadi
Seperti diberitakan sebelumnya, saat PPDB SD online selesai pada 3 Juli
lalu, ada 2.285 kursi yang kosong.
Artinya, pendaftaran secara offline sudah menyedot 1.103 siswa baru.
Dodik optimistis kekosongan kursi pada PPDB di SD negeri perlahan bakal tertutupi.
Sebab, proses penyeleksiannya tak seketat saat PPDB online.
Baca Juga: 36 SD Swasta di Malang Mampu Penuhi Pagu
Pada sesi penerimaan offline, prosesnya dibuat lebih fleksibel.
Baik terkait waktu dan persyaratannya.
”Semua bisa diterima, asal pagunya masih ada,” ujar pejabat eselon IIIB Pemkot Malang itu.
Dirinya menambahkan bila sekolah diperbolehkan untuk merekrut siswa dari
luar Kota Malang selagi kuotanya masih ada.
Namun, dengan catatan tetap memprioritaskan siswa yang berdomisili atau memiliki KK di Kota Malang.
Kendati begitu, Dodik menyadari bila kekosongan kursi di beberapa SD negeri
masih belum bisa terisi sepenuhnya.
Terlebih di daerah yang minim penduduk dan tingkat persaingannya cukup tinggi.
Sehingga, kekosongan pagu akan sulit terisi meski sudah dibuka secara offline.
Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Malang, masih ada beberapa sekolah yang kesusahan mendapat siswa baru.
Baca Juga: Terungkap! Hasil PPDB, 62 SD Negeri di Kota Malang Kekurangan Siswa
Seperti yang terjadi di SD Negeri Jatimulyo 4.
Tim PPDB SD Negeri Jatimulyo 4 Rini Damayanti mengaku bila sekolahnya baru menerima satu siswa dari seleksi online.
Mereka juga sudah membuka pendaftaran secara offline.
Namun hingga kemarin tidak ada satu pun siswa baru yang mendaftar.
”Saya setiap hari piket untuk jaga pelayanan PPDB, tapi masih sepi,” kata dia.
Rini menyebut bila problem kekurangan siswa di tempatnya sudah dirasakan setiap tahun.
Tahun lalu, mereka hanya menerima lima siswa baru.
”Kalau yang baru lulus ada 13 siswa,” tuturnya.
Padahal, target per rombongan belajar (rombel) yang dibuka tiap tahun sebanyak 28 kursi.
Namun, angkanya kian tahun kian menyusut.
Senada dengannya, Kepala SD Negeri Merjosari 5 Nani Asriana mengaku sudah menerima 16 siswa saat PPDB online.
”Total pagu di tempat kami ada 28 kursi,” terangnya. Sejak dibuka pendaftaran offline, ada 8 siswa yang mendaftar di tempatnya. (ori/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana