DI-SUPPORT APBD PROVINSI: SMAN 5 Malang menjadi salah satu sasaran bantuan pemprov. Sekolah swasta juga bisa mendapatkannya.
Dialokasikan untuk Tiga Bulan, Tiap Siswa Dapat Jatah Rp 120 Ribu
MALANG KOTA - Bantuan berupa Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) untuk SMA/SMK se-Kota Malang dipastikan bertambah.
Pengesahan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) di Pemprov Jatim jadi indikasinya.
Dari estimasi awal, akan ada 90 SMA/ SMK di Kota Malang yang mendapat kucuran bantuan tersebut.
Baca Juga: Unisma Gelar Turnamen Bola Voli Tingkat SMA/SMK Se-Jawa Timur
Kabar bertambahnya alokasi BPOPP itu disampaikan langsung Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai.
Dia menyebut, tambahan anggarannya berkisar Rp 620 miliar.
Dana tersebut akan digelontorkan kepada SMA/SMK se-Jawa Timur.
”APBD yang kami rumuskan awalnya hanya untuk enam bulan saja,” terang pria yang juga menjabat sebagai Pj Wali Kota Batu tersebut.
Setelah pengucuran tambahan anggaran itu, ada tiga bulan tambahan BPOPP untuk sekolah.
Sehingga, alokasi yang diterima untuk sembilan bulan. Itu berlaku baik di sekolah negeri maupun swasta.
”Kami koordinasikan dengan cabang dinas terkait untuk tambahannya,” papar Pj Wali Kota Batu itu.
Kepala seksi (Kasi) SMA dan PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Baru M. Asrofi turut membenarkan.
Dia menyebut, tak semua sekolah mau menerima kucuran dana tersebut.
”Mayoritas memang menerima, mungkin hanya 10 persen saja yang menolak,” paparnya.
Di Kota Malang ada 50 lembaga SMA negeri dan swasta.
Serta 50 lembaga SMK negeri dan swasta.
Estimasinya mencapai 100 lembaga.
Artinya, kemungkinan ada 90 sekolah akan dipastikan menerima tambahan BPOPP dari Pemprov Jatim.
Sementara 10 lembaga enggan menerimanya.
Asrofi mengungkapkan, penerima BPOPP itu bersifat opsional.
Terlebih, jika sekolah tersebut sudah mumpuni dalam hal keuangan.
Sebab, tujuan dari pengucuran dana tersebut untuk membantu sekolah dalam penguatan program.
Sehingga sekolah yang tak terkendala masalah biaya diperbolehkan untuk menolak.
Sayangnya, dirinya tak bisa menyebut pasti berapa anggaran yang digelontorkan untuk Kota Malang.
Namun, secara umum besaran BPOPP akan dihitung dari jumlah siswa.
Alokasinya mencapai Rp 120 ribu per siswa.
Sehingga, Cabdindik Kota Malang akan menghitung jumlah anggaran per sekolah yang diperlukan.
Terpisah, Kepala SMA Negeri 4 Malang Hari Wahjono juga membenarkan kabar penambahan BPOPP.
Dirinya mengatakan jika setiap bulan rutin mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS).
Sehingga, seluruh pembiayaan kegiatan akan diakumulasikan per bulan untuk dicairkan ke Cabdindik Kota Malang.
Baca Juga: SMAN 1 Turen Gelar Kejuaraan Bola Voli antar SMA/SMK/MA se-Jawa Timur
”Paling tidak tiga hari setelah pemberkasan disetujui kami sudah menerima (bantuan),” kata dia. (ori/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana