MALANG KOTA – Setelah Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM) bakal memulai masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Kegiatan yang dulu bernama Ospek itu bakal berlangsung mulai 17 sampai 23 Agustus.
Sebelum mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, seluruh mahasiswa baru (maba) UM diminta mengikuti tes kesehatan di Gedung Graha Cakrawala kemarin (13/8).
Kegiatan tes kesehatan bagi maba UM itu digelar selama lima hari.
Tepatnya mulai 12 hingga 16 Agustus.
Secara bergantian, masing-masing fakultas akan menjalani tes tersebut.
Per hari ada dua ribu maba yang melakukan tes kesehatan.
Koordinator Tim Medis Pemeriksaan Kesehatan UM dr Ifa Mufida menerangkan, kegiatan perekaman kesehatan itu baru pertama kali diselenggarakan.
Itu dilakukan sebagai upaya antisipasi dari kampus untuk mendeteksi maba yang memiliki masalah kesehatan.
”Kami wajibkan seluruh maba untuk menjalani tes kesehatan,” terangnya.
Rangkaian tes kesehatan diawali dengan mengisi formulir secara online.
Maba diminta untuk mengisi riwayat kesehatan, baik fisik maupun mental.
Seperti ketunaan, riwayat penyakit dalam, pasca operasi hingga keluhan yang dirasakan selama satu bulan terakhir.
”Setelah itu kami juga cek tensi, tekanan darah hingga buta warna juga,” ujar Ifa.
Hasil tes kesehatan akan digunakan untuk menentukan kelayakan maba dalam mengikuti rangkaian Ospek.
Ifa menilai, selama ini pihaknya tidak bisa memetakan maba yang butuh penanganan kesehatan.
Hingga saat kegiatan berlangsung, maba mengalami jatuh sakit hingga pingsan.
”Kami berikan hasil tesnya untuk dibawa saat mengikuti PKKMB nanti,” kata dia.
Dia mengatakan bila pihaknya mengerahkan delapan dokter untuk melakukan tes kesehatan.
Serta 13 tim paramedis dari Klinik Pratama UM yang terdiri dari perawat dan bidan.
Mahasiswa kedokteran juga turut dilibatkan dalam proses menginput data.(ori/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana