JIKA tentara kolonial zaman dulu disebut nolo, Arek Malang juga punya istilah sendiri untuk menyebut anggota TNI.
Istilah yang sempat familiar digunakan yakni aranet.
Itu berasal dari bahasa walikan, tentara.
Istilah tersebut menjadi bukti bahwa bahasa walikan tak sekadar membalikkan kata.
Pelafalan yang mudah tetap menjadi salah satu dasarnya.
”Juga harus enak didengar,” tutur Budayawan Malang Dwi Cahyono.
Rumus serupa juga berlaku untuk istilah-istilah lain.
Seperti istilah silup, yang artinya polisi.
Juga istilah aramaut, yang merupakan walikan dari atau mertua.
Selain mempertimbangkan pelafalan, ada rumus lain yang kerap dipakai dalam bahasa walikan.
Yakni tidak membalik kata yang punya akhiran ’ng’ .
Meski begitu, rumus tersebut tidak berlaku untuk istilah gnaro.
Lagi-lagi pelafalan menjadi pertimbangan utamanya. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana