KOTA MALANG – SD Muhammadiyah 8 Kota Malang menggelar kegiatan outing class bertema “Time to Explore” pada Selasa, 15 April 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 1, 2, dan 3, dengan lokasi kunjungan berbeda-beda sesuai jenjang kelas. Total peserta dalam kegiatan ini mencapai ratusan siswa.
Kegiatan outing class ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa melalui pengalaman belajar langsung di luar kelas. “Kami ingin siswa tidak hanya belajar dari buku, tapi juga dari alam dan lingkungan sekitar,” ujar salah satu guru pendamping (Bu Nur Hidayati) .
Untuk siswa kelas 1, tujuan outing adalah ke Taman Wisata Wendit yang terletak di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Taman wisata ini berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Malang dan dikenal sebagai kawasan wisata berbasis sumber air. Sebanyak 98 siswa mengikuti kegiatan di lokasi ini.
Di New Wisata Wendit, siswa diajak menjelajahi berbagai wahana edukatif yang berkaitan dengan sumber air. Mereka mengamati langsung mata air Wendit, mempelajari proses pengolahan air bersih, serta mengenal berbagai flora dan fauna di sekitar area sumber. Selain itu, tersedia juga wahana permainan yang mengedukasi pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Sementara itu, kelas 2 melakukan kunjungan ke Kampoeng Kidz di Jl. Raya Pandanrejo No.2, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Sebanyak 105 siswa kelas 2 mengikuti program “Smart Kidz” yang dirancang untuk menumbuhkan kemandirian dan keterampilan hidup.
Dalam program ini, siswa belajar memberi makan hewan, menanam dan memanen tanaman, serta melakukan aktivitas kreatif seperti menemukan fosil, membuat tas, menghias donat, hingga bermain air dan menangkap ikan di kolam. Kegiatan tersebut tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dan kerja sama.
Adapun kelas 3 berkunjung ke Museum Ganesha yang berlokasi di Jl. Graha Kencana Raya, Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 87 siswa. Di museum tersebut, siswa diajak menyaksikan beragam peninggalan budaya dan kesenian tradisional Indonesia seperti wayang dan berbagai budaya daerah lainnya.Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang kekayaan budaya Nusantara. Mereka juga diberi kesempatan berdialog dan bertanya kepada pemandu museum tentang sejarah dan makna dari tiap artefak yang ditampilkan.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 8 Kota Malang, Ibu Etika Susilowati, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan outing class merupakan bagian penting dari pembelajaran kontekstual yang diterapkan di sekolah. “Melalui outing class, siswa dapat belajar secara langsung dari lingkungan sekitarnya. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga pengalaman sosial, emosional, dan keterampilan hidup yang sangat berharga,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang berkesan dan bermakna bagi para siswa.
Editor : A. Nugroho