MALANG KOTA – Jawa Pos Radar Malang bersama Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kabupaten Malang kembali gelar Diklat Jurnalistik Guru SMK se-Kabupaten Malang, 27 Mei mendatang atau sudah memasuki H-10.
Acara yang sudah digelar dua tahun berturut-turut ini merupakan rangkaian program yang sudah dilakukan kepada Kepala Sekolah SMK se-Kabupaten Malang untuk mengedukasi media massa pada 2024 kemarin.
Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah melatih guru untuk menulis berita dengan baik dan benar sekaligus sebagai sarana promosi bagi sekolah. Dengan menulis berita yang tepat, maka kegiatan atau praktik baik yang dilakukan di sekolah bisa tersampaikan dengan tepat dan cermat.
Pada kegiatan diklat tahun ini, Jawa Pos Radar Malang memfokuskan materi diklat dengan pemahaman berita yang sering terjadi di Kabupaten Malang. Bagaimana cara membuat berita berdasarkan fakta yang ada. Tak hanya itu, guru dan staf yang mengikuti kegiatan ini, juga akan diberi tips dan trik menghadapi berita hoax serta edukasi media massa untuk menghadapi LSM dan wartawan abal-abal.
Ada tujuh sekolah negeri yang sudah mendaftarkan diri. Antara lain, SMK Negeri 1 Turen, SMK Negeri 2 Turen, SMK Negeri 1 Kepanjen, SMK Negeri 1 Gedangan, SMK Negeri 1 Pujon, dan SMK Negeri 2 Singosari. Selain itu, ada satu sekolah swasta yang ingin menghidupkan media sosial sekolah untuk meningkatkan jumlah siswnya yakni SMKS Turen.
Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mendukung penuh program tahunan ini dengan menerbitkan Surat Rekomendasi Kegiatan atau Nota Dinas, pada Rabu (14/5).
Mau ikutan? Hanya dengan berkontribusi Rp 400 ribu per guru, peserta akan mendapatkan fasilitas yang lengkap, di antaranya sertifikat 32 JP, koran Jawa Pos Radar Malang, makan, dan snack. Selain itu, emua tulisan peserta dalam diklat kali ini akan dipublikasikan di media Jawa Pos Radar Malang.
Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kabupaten Malang Indiyah Nurhayati MPd sangat merekomendasikan SMK negeri atau pun swasta untuk untuk mengikuti kegiatan ini. “Diklat ini sangat bagus untuk peningkatan kompetensi guru. Karena itu para guru diharapkan akan semakin cakap dan tanggap dalam menghadapi dunia yang semakin modern dan punya banyak tantangan. Di antaranya berita-berita hoax yang harus dihadapi dengan berita yang berdasarkan fakta yang ada,” bebernya. (bes)
Editor : A. Nugroho