Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mahasiswa Ma Chung Belajar Budaya Tionghoa lewat Sinoculture of Imlek

Bayu Mulya Putra • Kamis, 26 Februari 2026 | 11:28 WIB

KOMPAK: Mahasiswa dan mahasiswi Universitas Ma Chung berfoto bersama di selasela kegiatan Sinoculture of Imlek, Senin lalu (23/2).
KOMPAK: Mahasiswa dan mahasiswi Universitas Ma Chung berfoto bersama di selasela kegiatan Sinoculture of Imlek, Senin lalu (23/2).

 

DAU - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 berlangsung meriah di Universitas Ma Chung. Untuk pertama kalinya, Program Studi (Prodi) Mandarin for Education and Business menggelar kegiatan bertajuk ”Sinoculture of Imlek” di Gedung Bhakti Persada, Senin lalu (23/2) lalu.

Pada acara itu, dosen dan mahasiswa tampil kompak mengenakan cheongsam, busana tradisional Tionghoa. Sehingga, tercipta suasana yang kental dengan nuansa Imlek. Ornamen khas Tionghoa, seperti bendera, replika senjata tradisional, barongsai mini, kipas, hingga beragam pernak-pernik dekoratif semakin memeriahkan acara tersebut.

Tidak sekadar menjadi ajang perayaan, kegiatan itu juga dirancang sebagai ruang edukatif dan interaktif. Sivitas akademika yang hadir tidak hanya bisa menyaksikan berbagai aksesori budaya Tionghoa. Namun juga terlibat langsung dalam empat booth aktivitas budaya.

Meliputi Chinese Calligraphy, Chinese Paper Cutting, Chinese Knotting, serta Chinese Opera Mask Painting. Peserta berkesempatan mempelajari teknik dasar seni tradisional sekaligus membawa pulang hasil karya mereka sebagai kenang-kenangan.

Ketua Prodi Mandarin for Education and Business Universitas Ma Chung Yohanna Nirmalasari, SPd MPd menjelaskan, Sino dalam tema yang diusung itu merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan Tiongkok. Baik budaya, tradisi, maupun ilmu.

”Kami memilih tema Sinoculture karena di prodi ini mahasiswa tidak hanya belajar bahasa Mandarin, tetapi juga makna dan nilai budaya Tiongkok. Mahasiswa perlu memahami, bahasa itu bagian yang tidak terpisahkan dari budaya,” ucapnya.

Antusiasme juga datang dari para mahasiswa. Denis, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan rasa bangganya. ”Saya merasa kegiatan ini sangat istimewa dan meriah. Kami semua sangat senang bisa terlibat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Hoggy, mahasiswa lainnya. ”Di sini kami bisa belajar banyak tentang budaya Tiongkok. Ada simpul Tiongkok, kaligrafi, topeng opera, dan seni gunting kertas. Kegiatannya seru sekaligus menambah wawasan,” kata dia. (yun/by)

Editor : A. Nugroho
#prodi #Imlek #Kabupaten Malang #universitas ma chung