Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali Gejala dan Penyebab Tanah Longsor

A
Penulis: Aditya Novrian❯

Ilustrasi bencana tanah longsor yang kerap terjadi di daerah berlereng curam saat musim hujan. (Pinterest @dwiyolanda810)
Ilustrasi bencana tanah longsor yang kerap terjadi di daerah berlereng curam saat musim hujan. (Pinterest @dwiyolanda810)


Advertisement

RADAR MALANG — Bencana bisa datang kapan pun, seperti bencana tanah longsor yang dapat terjadi tanpa mengenal waktu. Sebagai manusia, upaya mencegah, mengenali gejala dan penyebab, serta mengetahui cara mengatasi menjadi poin penting yang harus dipahami oleh setiap masyarakat. Hal ini penting agar saat bencana datang, masyarakat dapat bersikap tepat sesuai dengan kondisi yang terjadi, terlebih saat curah hujan tinggi karena lereng rentan runtuh.

Area tempat tinggal yang berada di kawasan perbukitan, pegunungan, atau tebing dengan kemiringan lereng yang curam serta lapisan tanah yang tebal menjadi wilayah yang rawan terdampak langsung oleh bencana tanah longsor.

Untuk mewaspadai bencana tanah longsor, menggali informasi terkait gejala dan penyebabnya sangat diperlukan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengenali tanda-tanda awal terjadinya tanah longsor dan segera beralih atau mengungsi ke tempat yang lebih aman agar terhindar dari dampaknya.

Advertisement

Baca Juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Mengakibatkan Tanah Longsor dan Atap Terbang di Turen

Gejala Tanah Longsor

  1. Munculnya retakan di lereng. Retakan yang sejajar dengan arah tebing merupakan tanda yang paling umum terjadi menjelang tanah longsor.
  2. Tebing yang mulai rapuh dan munculnya batu kerikil yang berjatuhan ke bawah. Kerikil atau material yang berjatuhan menunjukkan lapisan tanah mulai terlepas dari bidang gelincirnya.
  3. Munculnya mata air baru. Air yang seharusnya meresap ke dalam tanah, namun justru muncul di tebing, dapat menyebabkan bidang gelincir menjadi licin.
  4. Pohon atau tiang menjadi miring. Pergeseran tanah menyebabkan kemiringan dari posisi semula.
  5. Pintu dan jendela rumah macet akibat pergerakan tanah yang berdampak pada bangunan di sekitar lereng.
  6. Suara retakan yang mulai terdengar menjadi pertanda pergerakan tanah yang semakin intens.
  7. Perubahan aliran air. Air di sekitar lereng menjadi keruh atau bahkan menghilang.

Penyebab Tanah Longsor

  1. Curah hujan tinggi menjadi penyebab utama terjadinya tanah longsor.
  2. Lereng yang terjal atau curam meningkatkan gaya dorong gravitasi sehingga tanah di atasnya menjadi tidak stabil.
  3. Penggundulan hutan. Akar pohon yang seharusnya berfungsi mengikat tanah hilang, sehingga tanah menjadi mudah tergelincir.
  4. Gempa bumi dan getaran. Getaran dapat mengguncang tanah, menyebabkan struktur tanah maupun bebatuan pecah dan memicu longsor.
  5. Erosi. Aliran air di permukaan dapat menggerus kaki tebing sehingga bagian bawah menjadi kosong dan bagian atas kehilangan tumpuan.
  6. Penurunan muka air tanah di lereng menyebabkan hilangnya gaya penahan tanah.

Apabila gejala dan penyebab tersebut mulai muncul, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan segera beralih ke tempat yang lebih aman. Pengetahuan yang dimiliki akan membantu masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana, sehingga dapat meminimalisasi korban akibat tanah longsor.

Penulis: Diva Ayu Herdianasari

Advertisement

Artikel Terkait

Musim Hujan Segera Tiba, Warga Malang Raya Diminta Siaga Banjir dan Longsor

Musim Hujan Segera Tiba, Warga Malang Raya Diminta Siaga Banjir dan Longsor

BMKG memprediksi Malang Raya baru masuk musim hujan Desember 2026, tapi risiko banjir dan longsor tetap perlu diwaspadai.

Bediding Melanda Malang Raya, Ini Penyebab Suhu Dini Hari Terasa Sangat Dingin

Bediding Melanda Malang Raya, Ini Penyebab Suhu Dini Hari Terasa Sangat Dingin

Di beberapa daerah, termasuk di Malang Raya, udara dalam beberapa hari terakhir terasa lebih dingin dari biasanya, terutama ketika malam hingga pagi hari. Kondisi itu umum dikenal sebagai fenomena bediding.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer