Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Warga Malang Korban Meninggal Kecelakaan di Australia, Ini Cerita dari Keluarga

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Kamis, 13 Juli 2023 | 18:00 WIB
Armitha Seha Safitri, kolase foto, Endang Murti, menunjukkan foto Armitha semasa hidup.
Armitha Seha Safitri, kolase foto, Endang Murti, menunjukkan foto Armitha semasa hidup.

MALANG - Warga alumnus Universitas Brawijaya (UB) Malang, Armitha Seha Safitri meninggal setelah luka parah akibat kecelakaan di Australia. Nyawanya tak tertolong karena 90 persen organ tubuhnya tak berfungsi normal dan harus ditopang life support. Berikut penuturan Endang Murti, ibu dari Armitha Seha Safitri, ditemui Radar Malang di kediamannya.

 

Wajah Endah Murti masih berlinang air mata, kemarin (12/7). Ibunda Armitha Seha Safitri, alumnus Universitas Brawijaya (UB) yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Wynarka, Australia Selatan itu terlihat lelah

”Kalau dari pemberitaan, yang menabrak anak saya juga meninggal dunia. Namun, ada pula yang menyebutkan masih diamankan pihak kepolisian, setidaknya sampai merilis kronologis resmi," ungkap perempuan 53 tahun itu saat ditemui di kediamannya, Jalan Ikan Piranha Atas, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru.

Informasi yang diterima keluarga, 7 Juli lalu Armitha ditabrak mobil jenis double cabin saat mengendarai mobil rental berwarna merah dari Adelaide. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Armitha sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Flinders Medical Center. Tim dokter berupaya sebaik mungkin meski 90 persen organ sudah tidak berfungsi.

Sambil menunggu keluarga dari Malang tiba di Australia, tim dokter memasang alat pendukung kehidupan agar Armitha bisa bertahan. Paling tidak hingga hari ini (13/7). Sebab keluarga dijadwalkan sudah tiba hari ini (13/7).

Namun karena proses pengurusan visa yang sejatinya dijadwalkan rampung Selasa lalu (11/7) molor, akhirnya keluarga batal terbang ke Australia. Akhirnya, Selasa lalu (11/7) tim dokter mencabut alat-alat di tubuh Armitha atas persetujuan pihak keluarga karena kondisinya kian memburuk.

”Sebenarnya, tim dokter sudah menunggu lima hari untuk kedatangan kami. Tapi karena pengurusan visa, mereka minta izin mencabut alat-alat dan menyatakan anaknya meninggal," jelas Endah.

Kini, keluarga masih menanti kepulangan jenazah yang dijanjikan bakal langsung diterbangkan ke Kota Malang. Di sana, banyak teman-teman Armitha yang menjaga, bahkan mereka sampai membuka donasi.

Beberapa hari sebelum kecelakaan, Endah mengaku melihat perilaku putri sulungnya yang aneh. Biasanya Armitha menelepon setiap Jum'at atau jelang akhir pekan. "Tapi saat telepon pada Selasa tanggal 4 Juli lalu, tatapan matanya terlihat berbeda,” katanya.

”Tapi saya tidak punya pikiran apa-apa," ucapnya. Selain itu, Endah juga sempat mimpi Armitha dijemput sang kakek yang sudah meninggal dunia. Dia menyadari firasat itu setelah Armitha terlibat kecelakaan.(mel/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Australia #kecelakaan malang