MALANG KABUPATEN - Ini update pendalaman dari kasus bunuh diri yang dilakukan ibu muda bersama anaknya di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, 21 Juli lalu. Hasil autopsi yang dilakukan RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang mengungkapkan jika sang ibu membunuh anaknya pada malam hari sebelumnya, atau 20 Juli lalu.
Setelah memastikan anaknya tiada, sang ibu gantung diri sekitar pukul 23.00. Jenazah keduanya ditemukan warga sekitar pada 21 Juli. Seperti diketahui, dua korbannya adalah Mujiati, 33, dan Aqilla Putri, 3. Mujiati tega menghabisi Aqilla dengan memotong urat nadi tangan sebelah kiri sang anak.
”Sebelum gantung diri, ibunya juga sempat mengiris nadi tangan kanannya namun gagal. Lalu dia mencoba menusuk dadanya, juga gagal. Lalu memutuskan gantung diri,” ujar Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Rizki Saputro.
Dari hasil olah TKP, Mujiati sempat mencoba gantung diri di kamar depan. Namun, karena tempatnya terlalu rendah, dia bergeser ke tempat lain. Dia akhirnya memilih mengakhiri hidupnya di dapur rumah. Caranya dengan naik ke kulkas terlebih dahulu. Wahyu menambahkan, tanda-tanda gantung diri juga ditemukan pada korban.
Seperti feses yang ke luar dari dubur, kondisi lidah yang keluar dan tergigit. Serta kuku yang membiru. Petugas juga menemukan luka sayatan di tangan kiri Mujiati yang hanya sampai bagian kulit saja. Selain itu, bekas tusukan di bagian dada juga ada. ”Dari hasil autopsi, estimasi meninggalnya anak nya sekitar pukul delapan sampai 11 malam,” terang Wahyu.
Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian sudah memeriksa beberapa saksi. Seperti empat oknum rentenir dan tiga warga sekitar. Sementara itu, hasil autopsi pada jasad Aqila Putri (3), jelas terlihat adanya sayatan di pergelangan tangan kanan yang menyebabkan pembuluh darah vena putus.
“Pembuluh vena yang terputus menyebabkan anaknya mengalami pendarahan yang sangat banyak, akhirnya menyebabkan kematian,” tambah Wahyu. Sampai saat ini, suami korban masih belum memenuhi panggilan kepolisian karena masih berada di Probolinggo. Sementara untuk penyebab bunuh diri, diduga kuat karena ada nya masalah keuangan yaitu utang kepada rentenir atau bank titil.
”Iya masalahnya itu, (utangnya) di angka 8 juta dan sudah dibenarkan oleh pihak rentenir,” beber Wahyu. Sementara barang bukti lain, seperti pisau dan beberapa catatan utang hingga salinan KTP milik beberapa orang sudah diamankan polisi. Wahyu belum bisa memastikan apakah pihak rentenir akan menjadi tersangka dalam kasus itu. Pihaknya masih mendalaminya. (pri/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana