Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang di lokasi, korban bermain dengan dua temannya sekitar pukul 08.00.
Beberapa menit kemudian mereka bertiga pulang, namun siang harinya bermain lagi ke sungai.
Sekitar pukul 13.00, kedua teman korban melapor ke warga, bahwa DV hilang.
”Korban main air bersama kedua temannya, entah memancing atau pakai besek. Tapi tiba-tiba korban terbawa arus sungai," ujar Ketua RW 6 Muhammad Tamim.
Tamim mengatakan, kedua temannya sempat menangkap dan memegangi tangan korban.
Namun karena arus sungai deras, tangan korban terlepas dan terseret derasnya arus sungai.
"Karena nggak kuat, akhirnya terlepas dan korban hanyut," kata Tamin.
Usai mendapat laporan dari kedua teman korban, warga langsung melakukan pencarian.
Sementara sebagian menghubungi keluarga korban dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kedungkandang.
Selain aparat kepolisian, tim gabungan relawan juga melakukan pencairan.
Juga ada badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), PMI dan TNI.
Di lokasi masih ada alat permainan korban tergeletak di bebatuan sungai.
Proses pencarian sempat terhambat oleh banyaknya tumpukan sampah di sungai.
Beberapa kali warga membantu dengan mendorong tumpukan sampah dengan menggunakan batang pohon bambu.
Salah satu warga, Syaifullah mengatakan cekungan yang ada di sungai terlalu menjorok ke bagian dalam.
Hal itu juga menyulitkan petugas menemukan korban.
"Pemahaman kami, cekungan di sana terlalu dalam, bahkan batang bambu saja masih belum menjangkau (kedalaman cekungan)," jelasnya.
Jenazah Bocah Ditemukan
BPBD Kota Malang lewat akun resmi Twitternya @bpbd_malangkota mengabarkan penemuan jenazah korban, hari ini (20/10).
Sekitar pukul 06.15 WIB, korban berinisial DV ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia.
"Korban langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Muharto Gang VB," kicau akun Twitter BPBD Kota Malang. (pri/fin/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana