Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Kelurahan di Kota Malang Terdampak Longsor, Enam Rumah Warga Rawan Terdampak Bencana Susulan

Bayu Mulya Putra • Kamis, 7 Maret 2024 | 17:15 WIB
  1. Sebagian plengsengan di Jalan Sukun Gempol, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun ambrol sejak Selasa (5/3).
    Sebagian plengsengan di Jalan Sukun Gempol, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun ambrol sejak Selasa (5/3).

MALANG KOTA – Material longsor di dua lokasi mulai dibersihkan kemarin (6/3).

Lokasi bekas longsor pertama di Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun Kota Malang.

Titik kedua longsor di Kota Malang yaitu Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing

Untuk diketahui, longsor di sana terjadi Selasa lalu (5/3) menjelang pukul 18.00.

Berdasar data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Malang, longsor pertama terjadi di Jalan Kresno, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing.

Terjadi sekitar pukul 17.30 setelah hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

Penyebab terjadinya longsor karena kondisi tanah di sana yang labil.

Sehingga tidak mampu menahan gerusan aliran sungai.

Akibat longsor di sana, ada beberapa kerusakan.

Seperti pada gudang semi permanen milik Abdul Mukti.

Gudang tersebut berukuran 2x2 meter.

Kerusakan paling parah di bagian teras.

Selanjutnya sekitar pukul 17.50 longsor terjadi di Jalan Sukun Gempol, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun.

Penyebabnya hampir sama.

Selain itu, longsor juga dipicu karena saluran drainase yang tergerus air hujan.

Akibat longsor di Kelurahan Tanjungrejo, kini enam rumah warga dalam posisi rawan.

Enam rumah itu milik Joko, Subagio, Sunari, Sapuan, Suyanto, dan Sugeng Kaminto.

Di samping itu, plengsengan berukuran sekitar 47 x 8 meter juga ambrol.

Satu pos kamling juga rusak.

Anggota Kelurahan Tangguh Kelurahan Tanjungrejo Atim Haryanto mengatakan, ada beberapa titik longsor di tempatnya.

Terdiri dari RW 13 yang menyebabkan enam rumah dalam posisi rawan ambrol.

”Kalau rumahnya tidak sampai longsor, tapi plengsengannya ambrol. Lalu ada dapur dan bagian rumah warga yang rusak,” jelas dia.

Selain itu, ada satu rumah yang temboknya retak di RW 11.

Juga ada gorong-gorong di depan rumah warga yang ambles di RW 1 Kelurahan Kasin.

”Setelah longsor, kami mulai membersihkan material. Ada bantuan berupa terpal dan alat berat,” imbuhnya.

Atim menambahkan, ada satu unit alat berat yang diterjunkan ke lokasi.

Tujuannya untuk mengangkut material plengsengan yang ambrol dari aliran Kali Metro di bawahnya.

Di tempat lain, salah seorang warga bernama Didik Yustianto mengungkapkan bahwa rumahnya di RT 1 RW 11 juga terdampak cuaca buruk.

Beruntung rumahnya tidak sampai ambrol meski berdekatan dengan sungai.

”Kejadiannya pas jam setengah tiga sore. Saat itu ada petir dan tembok rumah saya langsung retak,” ungkapnya.

Luas tembok yang retak mencapai 10 meter.

Untuk menanggulangi keretakan, Didik berencana memasang talang. (mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#longsor #Kota Malang #Bencana