Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Iklan iPad Pro Terbaru Tuai Kontrovensi, Berikut Faktanya

Aditya Novrian • Rabu, 15 Mei 2024 | 22:04 WIB

Tangkapan layar iklan iPad Pro terbaru. (YouTube)
Tangkapan layar iklan iPad Pro terbaru. (YouTube)

RADAR MALANG – Pada Selasa (7/5) kemarin, channel Youtube resmi Apple merilis sebuah video iklan terbaru untuk mempromosikan iPad Pro. Video dengan judul “Crush!” yang saat ini sudah memiliki 2,3 juta penonton tersebut menuai banyak kritikan di jagat maya.

Di video iklan berdurasi 1 menit 8 detik tersebut menampilkan sebuah hydraulic press yang menghancurkan berbagai macam alat. Terdapat berbagai macam alat kreatif seperti drum, gitar, piano, kamera, terompet, cat, kanvas, patung, buku, vinyl, clapper, drum, speaker, dll.

Jika dilihat dari sudut pandang Apple, iklan tersebut bermaksud untuk menegaskan keunggulan produk mereka yang bisa merangkap berbagai macam bidang. Apple menunjukkan bahwa bidang seperti seni, game, musik, dll dapat diraih dalam genggaman melalui teknologi mereka.

Pemakaian hydraulic press mereferensikan kepada video satisfying yang banyak beredar di TikTok dan YouTube. Namun, dari sudut pandang audiens banyak orang mengkritisi iklan tersebut karena dianggap sebagai simbol kehancuran kreativitas manusia.

Ada juga yang menganggap iklan tersebut sebagai ancaman teknologi terhadap kineja manusia. Apple dianggap menghina pekerjaan kreatif karena terlihat berusaha untuk menghancurkan alat-alat tersebut agar digantikan dengan teknologi mereka.

Beberapa artis sudah menanggapi hal ini, contohnya adalah aktor Hollywood, Hugh Grant melalui akun pribadinya di X. Dari pihak Apple sendiri sudah menanggapi kontroversi yang beredar di jagat maya.

Dilansir dari Ad Age, Tor Mhyren, selaku Vice President Marketing Apple mengungkapkan permohonan maaf akan video iklan Apple.

“Tujuan kami adalah untuk terus merayakan cara pengguna untuk mengekspresikan diri mereka dan menuangkan ide mereka melalui iPad. Kami telah salah sasaran dan kami minta maaf.” ujar Tor Mhyren.

Kontroversi ini menjadi pengingat bagi industri teknologi untuk lebih berhati-hati dalam mengkampanyekan pesan mereka. Nilai-nilai perusahaan sangat penting untuk dibawa ke ranah publik dan harus sesuai dengan apa yang perusahaan ingin sampaikan melalui media-media pemasaran. (Jihan Faizah)

 

Editor : Aditya Novrian
#iklan #ipad pro