Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Truk Blong Biang Kecelakaan Maut Tewaskan 4 Orang di Sentul Pasuruan, Dua Korban Pasutri Asal Lowokwaru Kota Malang

Bayu Mulya Putra • Kamis, 20 Juni 2024 | 21:00 WIB

 

 

TABRAK DUA MOTOR: Evakuasi truk bernopol L 9524 UO di Jalan Raya Malang-Surabaya, Kabupaten Pasuruan dimulai menjelang pukul 14.00, kemarin.
TABRAK DUA MOTOR: Evakuasi truk bernopol L 9524 UO di Jalan Raya Malang-Surabaya, Kabupaten Pasuruan dimulai menjelang pukul 14.00, kemarin.

PASURUAN, MALANG - Musibah menimpa pasangan suami istri (pasutri) asal Jalan Manggar Nomor 12 RT 2/RW 10, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, kemarin (19/6).

Keduanya yakni Sukirno dan Nuril Chomariati.

Motor yang mereka tumpangi ditabrak Truck Nissan Kontainer bernopol L 9524 UO di Jalan Raya Malang-Surabaya.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 07.45.

Bermula ketika truk yang dikemudikan Hendro Tjahyono, warga Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta, melintas di depan pabrik sepatu impor, PT Rikio.

Lokasinya masuk di Desa Parelegi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Truk tersebut berangkat dari Malang dan hendak menuju Surabaya.

Di tempat kejadian, kontur jalannya sedikit menurun.

Itu membuat truk oleng ke kanan hingga menabrak median jalan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Ipda Ahmad Kunaefi menjelaskan, dari arah berlawanan terdapat dua motor.

Satu motor Honda Vario bernopol N 2939 ABO yang dikendarai Sukirno dan Nuril Chomariati.

Satunya motor Honda Beat bernopol N 4309 QJ, yang dikendarai warga Kota Probolinggo, Cindy Erindra Prameswari dan Eko Rukiadi.

”Truk tidak berhenti melaju karena diduga mengalami rem blong, dan menabrak dua motor itu. Truk juga menabrak bangunan rumah di sebelah kiri jalan,” jelas Kunaefi.

Akibat tabrakan, empat orang yang naik motor meninggal di tempat kejadian.

Seluruh jenazah sempat dibawa ke Puskesmas Purwodadi.

Namun, pada pukul 09.30 dipindahkan ke kamar jenazah di RSUD Bangil.

”Sopir truk sekarang sedang dalam perawatan karena mengalami luka pada kaki kanan, memar, dan lutut kiri lecet,” ucap Kunaefi.

Selain empat korban jiwa, polisi juga memperkirakan mencatat kerugian materiil di angka Rp 23 juta.

Pemilik armada truk yang bernama Iwan mengaku bila pihaknya berasal dari Perusahaan SBG 2.

Bergerak di bidang pengiriman logistik.

”Sopir kami saat ini masih dirawat di RSUD Bangil karena patah tulang,” terangnya.

Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Malang, pada pukul 14.00 badan truk baru dievakuasi.

Evakuasi berlangsung sekitar satu jam menggunakan towing.

Koran ini juga mendatangi rumah dua korban di Jalan Manggar 12, Kecamatan Lowokwaru.

Berdasar keterangan Ketua RW 10 Kelurahan Lowokwaru Ei Subiantoro, rumah yang ditinggali Nuril merupakan milik ibu Nuril.

”Ayahnya sudah lama meninggal, jadi ibunya tinggal bersama adik bungsu Nuril,” ucapnya.

Dia menyebut bila Nuril rutin berkunjung ke rumah ibunya setiap pekan.

Nuril dan suaminya selalu berboncengan untuk berangkat kerja dari daerah Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Mereka melakukan perjalanan menuju salah satu pabrik di Gresik.

Menurut Ei, selama ini suami Nuril bekerja sebagai satpam.

Lalu Nuril ikut bekerja di salah satu pabrik di Gresik.

Mereka berdua menempuh perjalanan pulang pergi setiap hari dari Malang ke Gresik.

”Hari Sabtu atau Minggu biasanya baru kelihatan di rumah sini,” lanjut Ei. (mel/aff/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kecelakaan pasuruan #lawang #truk #rem blong #lowokwaru malang