KABUPATEN – Tidak semua jamaah haji yang berangkat ke tanah suci akhir Mei lalu bakal kembali pulang ke tanah air. Sebab, rombongan dari Kabupaten Malang saja per kemarin (8/6) tercatat tiga meninggal dunia.
“Ada tiga jamaah haji dari Kabupaten Malang yang meninggal dunia,” ujar Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malang H Sahid kemarin (8/6).
Rata-rata karena hipertensi dan serangan jantung. Mereka dikebumikan di Arab Saudi.
Jamaah pertama yang meninggal adalah Arsan Gimah. Nenek 92 tahun asal Gondanglegi tersebut berangkat pada 27 Mei lalu.
Dia tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al Mabrur, Gondanglegi dan masuk kloter 81.
Empat hari kemudian, tepatnya pada 31 Mei lalu, jamaah kloter 97 atas nama Syamsiyana dilaporkan meninggal dunia di RS King Abdullah Jeddah, Arab Saudi.
Mendiang sudah mengeluh sakit kepala ketika tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
Kemudian dia dibawa ke klinik bandara dan dirujuk ke RS King Abdullah. Dia juga sempat mengalami henti jantung (cardiac arrest) pada siang hari dan dilakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) oleh tim medis bandara.
Setelah beberapa jam dilakukan penanganan di IGD RS, dia dinyatakan meninggal pada malam hari.
“Ketiga, meninggal kemarin (Sabtu, 7/6) pukul 08.25 Waktu Arab Saudi. Jamaah haji atas nama Sutrisno meninggal karena serangan jantung,” kata Sahid. Jamaah berusia 60 tahun itu tergabung dalam kloter 83 dan meninggal di RS Mina Al Wadi.
Semua jamaah tersebut dimakamkan di Makkah sesuai prosedur yang sudah ditentukan.
Sebab, pemerintah Arab Saudi mengkhawatirkan jarak tempuh yang sangat jauh akan merusak kondisi jenazah. Selain itu, Sahid melanjutkan, biaya yang akan dikeluarkan juga tidak sedikit.
Jenazah jamaah haji Indonesia sepenuhnya akan diurus oleh pemerintah Arab Saudi. (dan)
Editor : A. Nugroho