KEPANJEN - Jika petahana H M. Sanusi berpasangan dengan Lathifah Shohib, mereka berpotensi melawan bumbung kosong.
Sebab hingga kini belum muncul figur-figur penantangnya.
Padahal pendaftaran pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati di Pilkada 2024 tinggal tiga pekan lagi.
Baca Juga: PKB Seriusi Duet Sanusi-Lathifah
Yakni 27-19 Agustus depan.
Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Wahyudi Winarjo MSi memaparkan, PDIP dan PKB sama-sama memiliki suara yang bagus di parlemen.
PDIP menguasai 13 kursi, sedang PKB 11 kursi.
Keduanya juga bisa mengusung paslon sendiri, tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain.
Untuk diketahui, merupakan kader PDIP, sedang Lathifah dari PKB.
Jika keduanya bersatu, Wahyudi yakin peluang menang semakin besar.
Bisa jadi, besarnya peluang itulah yang membuat figur lain berpikir ulang untuk melawan.
“Waktu Pilkada 2020 lalu, perbedaan suara antara Sanusi dan Lathifah tidak terlalu jauh. Sehingga, mereka bisa mempertahankan suara itu pada Pilkada 2024, sangat mungkin mereka tidak ada lawan,” ucap Wahyudi.
Hal senada juga disampaikan pengamat politik Universitas Brawijaya (UB) Prof Anang Sujoko SSos MSi DCOMM.
Dia menyebutkan, hingga kini belum muncul pesaing yang konsisten. Rata-rata masih timbul dan tenggelam.
Sebab, parpol sedang banyak mempertimbangkan tokohtokoh yang memiliki elektabilitas tinggi dan semakin meningkat ketika dipasangkan dengan tokoh lain.
“Harapan saya, jangan sampai melawan bumbung kosong. Kalau sampai muncul bumbung kosong, parpol berpikir pragmatis,” ucap dekan Fisip UB tersebut.
Dia mengatakan, potensi muncul bumbung kosong, salah satunya juga karena Kabupaten Malang ada kecenderungan ditinggalkan.
Baca Juga: Gerindra, Golkar, dan Nasdem Belum Lirik Wacana Duet Sanusi-Lathifah
Calon yang sebelumnya di Kabupaten Malang pindah ke Kota Malang atau Batu.
“Kalau dilihat dari parpol yang lolos di DPRD Kabupaten Malang, seharusnya akan ada paslon yang menjadi kompetitor Sanusi-Lathifah,” kata Anang. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana