RADAR MALANG – Wakil Ketua Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman, meminta kepada pemerintah untuk memperluas cakupan Gerakan Pangan Murah (GPM) di daerah-daerah Sumatera yang terkena dampak bencana hidrometeorologi. Alex Indra Lukman juga menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan sebuah bentuk dukungan negara yang nyata terhadap para korban.
Alex Indra Lukman juga meminta titik Gerakan Pangan Murah (GPM) ini diperbanyak di daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Permintaan ini disampaikan dalam sebuah rapat kerja Komisi IV DPR bersama dengan mitra kerja, hari Selasa (3/2).
Fokus dari rapat ini pada pengamanan harga serta persediaan stok bahan pangan mendekati bulan Ramadan dan Idul Fitri 2026. Berdasarkan pemaparan data ID Food, rencananya GPM akan diselenggarakan di 420 titik di seluruh Indonesia. Namun, Alokasi untuk wilayah yang terdampak bencana tersebut terbilang minim, hanya dua titik di daerah Aceh, 4 di Sumatera Utara, dan 9 di Sumatera Barat.
Dalam penyelenggaraan rapat tersebut, Alex turut mempertanyakan bagaimana jadwal penyaluran bantuan pangan yang berupa beras dan minyak goreng untuk 33,2 juta keluarga penerima manfaat di tahun 2026. Harapannya program ini berada di bawah tanggung jawab Badan Pangan Nasional (Bapanas) dapat segera disalurkan pada bulan Februari dan Maret 2026.
Mengingat keberagaman kondisi geografis Indonesia, penyaluran bantuan pangan ke wilayah pedalaman Papua, misalnya, memerlukan waktu lebih lama. Oleh karena itu, kecepatan dan efisiensi dalam pendistribusian menjadi faktor yang paling penting agar bantuan dapat diterima dengan tepat waktu oleh para penerima bantuan.
Penulis : Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian