Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cerita Atlet Malang Raya yang Tetap Beraktivitas di Bulan Ramadan (8)

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 11 April 2023 | 03:00 WIB
POSE : Ruby berpose di lokasi trek latihannya jelang berbuka puasa. (Darmono/Radar Malang)
POSE : Ruby berpose di lokasi trek latihannya jelang berbuka puasa. (Darmono/Radar Malang)
 

Usianya masih sangat belia. Tapi energi Maulidya Ruby Az Zahra seperti tidak ada habisnya. Meski sedang berpuasa, dia tetap menjalani rutinitas latihan sebagai atlet balap sepeda BMX. Terlebih lagi, selepas Lebaran sudah banyak agenda pertandingan yang menantinya.

NABILA AMELIA

RUBY baru saja menyelesaikan putaran ke sepuluh saat ayahnya, Mochammad Yahya, memanggilnya untuk beristirahat, Sabtu sore (9/4).

Hari itu Ruby menjalani latihan rutin di Velodrome Circuit Malang. Walaupun lelah, dia tetap bisa tersenyum sembari menuntun sepeda BMX berwarna hitam.

Dara berusia 11 tahun itu juga langsung memasang raut wajah ceria saat diminta berpose dengan sepeda dan helmnya.

Termasuk ketika sesi pemotretan sirkuit, Ruby malah memacu pedal dengan semangat.  Padahal dia juga sedang menunggu kumandang azan Magrib untuk berbuka puasa.

”Sudah sekitar dua sampai tiga tahun ini saya berpuasa penuh karena diminta orang tua,” ungkap anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Mochammad Yahya dan Dwi Kartika Candradewi tersebut.

Rutinitas berlatih selama Ramadan sudah dilakoni Ruby sejak usia lima tahun. Selisih setengah tahun dari waktu Ruby pertama kali terjun di dunia balap sepeda.
Baca Juga : Cerita Atlet Malang Raya yang Tetap Beraktivitas di Bulan Ramadan (7).

Namun, saat awal berpuasa, dia hanya sanggup sampai tengah hari saja. ”Usia delapan tahun saya diminta puasa penuh,” sambung Ruby.

Dia masih ingat betul saat pertama kali orang tua memintanya berpuasa penuh. Kala itu Ruby mengiyakan tanpa merasa keberatan.

Terlebih, ayahnya selalu memberi hadiah khusus untuknya jika berpuasa penuh. Biasanya berupa tambahan uang saku.

Itu dilakukan sang ayah demi melatih kedisiplinan sekaligus ibadah. Karena sudah konsisten berpuasa hingga magrib, Ruby harus pandai-pandai mengatur kondisi.

Mulai dari pola makan, porsi latihan, hingga menyeimbangkan waktu antara berlatih dengan sekolah.

Sebab, jika tidak diatur dengan benar, aktivitas berat sambil berpuasa malah akan membahayakan tubuh. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Untuk asupan gizi, Ruby biasanya mengonsumsi makanan mengandung protein dalam jumlah banyak. Itu agar dia tidak kehabisan energi selama latihan.

Selain itu, Ruby juga banyak minum air saat sahur dan berbuka. Sementara untuk jadwal berlatih, orang tua dan pelatih menyesuaikan kondisi Ruby.

Dalam seminggu biasanya dia berlatih selama enam hari. Kalau hari normal, latihannya bisa sampai tiga jam.

Sementara pada bulan puasa, dalam sehari porsi latihannya dikurangi menjadi 1 atau 1,5 jam saja. Latihan itu dilakukan selepas Ruby pulang sekolah dan istirahat.

”Pulang sekolah biasanya saya tidur dulu. Kemudian pukul 15.30 saya berangkat latihan. Mancal sendiri ke sirkuit,” terang siswi kelas 4 SD Negeri Sumberpasir 1, Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, tersebut.

Saat ditanya apakah pernah merasa kelelahan, Ruby langsung mengiyakan. Sebab, setiap hari dia harus berlatih di pump track atau lintasan sepeda bergelombang tanpa mengayuh.
Baca Juga : Cerita Atlet Malang Raya yang Tetap Beraktivitas di Bulan Ramadan (6).

Panjang pump track berkisar antara 150 meter hingga 200 meter. Kemudian dilanjutkan dengan berlatih di sirkuit besar dengan panjang lintasan mencapai 400 meter.

Latihan yang dilakukan berupa teknik sprint untuk melatih kecepatan. Kemudian ada teknik speed dan endurance untuk mengatur pernapasan.

Semua itu harus terus diasah karena Ruby bersaing dengan anak-anak yang lebih dewasa. Tak hanya lelah, Ruby bahkan pernah pingsan di tengah latihan.

Kadang juga emosi. Kalau sudah begitu, sang ayah yang setia menemaninya latihan langsung menyodorkan minuman. Dia juga diminta menjalani recovery hingga kondisinya membaik.

”Ayah juga yang menghibur saya supaya tidak marah-marah. Karena kalau tidak latihan saya sendiri merasa ada yang mengganjal,” ujarnya.

Berkat kegigihannya berlatih, Ruby bolak-balik menjuarai kompetisi pada tingkat nasional. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Yang terbaru, selama 2023 dia sudah meraih juara dua di ajang Blitar Open, juara 3 di C1 Jakarta International BMX, dan juara dua untuk ajang night race di Velodrome Circuit Malang.

Selepas Lebaran nanti, sejumlah agenda kompetisi sudah menanti Ruby. Di antaranya, C1 Jakarta International BMX yang masih tersisa empat seri.

Lalu ada Lumajang Open, Piala Dispora, hingga C1 Banyuwangi BMX Internasional.

Selain sejumlah kompetisi, Ruby juga dipersiapkan untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur pada Oktober 2023 mendatang.

Meski hanya sebagai cadangan, baginya itu menjadi kesempatan menambah pengalaman.

”Ke depan ingin bisa semakin baik dan menambah speed. Karena lawan saya berat dan latihannya lebih ekstrem,” tegas Ruby.
Baca Juga : Cerita Atlet Malang Raya yang Tetap Beraktivitas di Bulan Ramadan (5).

Sementara itu, sebagai orang tua, Yahya dan istrinya selalu berupaya mendukung Ruby. Yahya melihat, bersepeda sudah seperti naluri Ruby.

Meski kerap kewalahan menghadapi keinginan putrinya, mantan atlet motocross tersebut tetap konsisten memberi semangat.

”Dia ingin seperti dua idolanya. Yakni atlet BMX yang bernama Elga Karisma dan Krismonita Dwi Putri yang merupakan atlet sepeda track,” pungkas Yahya. (*/fat) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#jawa pos radar malang #atlet #media online malang #berita malang #BMX #berita malang hari ini #radar malang