Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dazzling Divaz, Komunitas Dancer Malang yang Kolaborasi dengan YouTuber Amerika Serikat

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 6 September 2023 | 23:00 WIB
KREATIF: Januari lalu, Dazzling Divaz berhasil menggerakkan ratusan pemuda di Car Free Day (CDF) Jalan Ijen untuk menggelar Random Play Dance (RPD).
KREATIF: Januari lalu, Dazzling Divaz berhasil menggerakkan ratusan pemuda di Car Free Day (CDF) Jalan Ijen untuk menggelar Random Play Dance (RPD).

Jumlah Penonton Terbanyak, Video Tayang 591.000 Kali

Dari Kota Malang, remaja yang tergabung dalam komunitas Dazzling Divaz itu mendunia. Pertunjukan dancer hasil kolaborasi dengan YouTuber New York, Amerika Serikat (AS) berhasil menyita perhatian publik. Dalam tujuh bulan, video ditonton lebih dari 591.000 kali.

INDAH MEI YUNITA

GERAK tari para remaja yang tergabung dalam komunitas Dazzling Divaz sangat rancak. Rasanya pas dengan irama lagu Blackpink yang mengiringinya. Aksi Random Play Dance (RPD) yang disuguhkan oleh komunitas dancer asal Kota Malang itu membuat suasana Car Free Day (CFD) Jalan Ijen terasa lebih hidup lagi.

Aktivitas tersebut kemudian di upload di YouTube dan menuai respons positif dari ribuan netizen. Dalam kurun waktu tujuh bulan, Februari-Agustus lalu, aksi para remaja itu ditonton lebih dari 591.000 kali. Bukan hanya warga Malang yang menyaksikan, tapi warga dari berbagai negara, terutama New York, Amerika Serikat.

Itu karena pertunjukan tersebut tayang di channel milik konten creator asal New York. ”Kami diajak kolaborasi oleh The Hallyu Verse (konten creator asal Amerika Serikat),” ujar Diana Ayu, salah satu founder Dazzling Divaz, kemarin.

Perempuan berusia 29 tahun itu merupakan sosok penting di balik kesuksesan Dazzling Divaz. Meski baru berdiri pada 2015 lalu, Dazzling Divaz bukan komunitas sembarangan. Sebelum mengajak kolaborasi, tentu The Hallyu Verse sudah tahu keunggulan Diana beserta teman-temannya sesama dancer.

Sebelum mendirikan Dazzling Divaz, Diana dan beberapa temannya tergabung dalam agensi dance cover di Kota Malang. Namun karena berbagai alasan, mereka keluar dan membentuk tim sendiri. "Awal membentuk tim dulu, kami ikut kompetisinya di Surabaya. Itu karena di Kota Malang belum banyak kompetisi dance cover," kata dia.

Karena komunitasnya berdiri tanpa naungan agensi, mereka tak punya fasilitas untuk latihan. Sehingga memanfaatkan pelataran salah satu gedung Universitas Negeri Malang (UM). ”Sekarang lebih banyak latihan secara online, karena anggota punya kesibukan masing-masing,” ungkapnya.

Mereka baru berkumpul ketika mendekati kompetisi. Seiring berjalannya waktu, nama komunitasnya semakin dikenal penggemar dance cover. Popularitas itulah yang membuat konten creator asal Amerika mengajaknya berkolaborasi membuat video RPD. Ajakan kolaborasi disampaikan muncul ketika video Dazzling Divaz viral di media sosial (medsos).

”Mereka menghubungi kami melalui DM (direct message)," ujar Diana yang juga sebagai Ketua Pelaksana RPD di CFD Ijen itu.

Setelah ajakan kolaborasi disepakati, dia mengajak komunitas lain untuk bergabung. "Awalnya kami menghubungi lima komunitas. Tetapi karena satu komunitas kenal dengan komunitas lain, akhirnya semakin banyak yang bergabung," kata dia.

Total ada 13 komunitas dance cover Kota Malang yang berkumpul untuk memeriahkan RPD. Di antaranya Dazzling Divaz, Twine, Enchantress & Eligoz, History Maker (HM), Loueva, Luciva, Lancy, Golden Star, Voluminious, dan Elysian. Padahal The Hallyu Verse hanya membutuhkan 20-30 penari. "Mungkin karena baru pertama kali diadakan setelah pandemi, makanya antusias teman-teman sangat besar," kata Diana.

Konsep dan lagu disediakan oleh konten creator asal Negeri Paman Sam itu. Konsep yang diusung yakni Best Songs of 2022. Artinya, lagu-lagu yang mengiringi RPD merupakan lagu-lagu terbaik milik musisi Korea Selatan yang dirilis sepanjang 2022 lalu.

Tugas Diana dan timnya hanya menyiapkan dancer yang akan berpartisipasi. Meski terdapat perbedaan zona waktu dan bahasa, komunikasi berjalan dengan baik. Dalam RPD, lagu akan diputar secara acak. Bagi yang mengetahui lagu tersebut, bisa langsung maju dan menari. Tidak hanya anggota komunitas penari yang bisa unjuk kebolehan. Tapi masyarakat umum juga boleh bergabung. ”Antusiasnya luar biasa. Kami mengundang 50 orang, tapi yang berpartisipasi lebih dari 150 orang,” ucap alumni jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Malang (UM) itu.

Dia tidak menyangka, event yang diadakannya itu menarik perhatian masyarakat umum. Sekitar 80 lagu dengan durasi masing-masing sekitar 45 detik diputar. Hampir setiap lagu ada 3-5 orang yang menari dengan lincah di tengah lingkaran manusia. Di antaranya lagu milik NCT Dream yang berjudul Beatbox, GOT7 yang berjudul Na Na Na, NewJeans yang berjudul Hype Boy, dan Blackpink yang berjudul Pink Venom. "Setelah diunggah, videonya ramai ditonton. Bahkan, di platform itu, jadi yang terbanyak," kata perempuan asal Bandung itu. (*/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#dancer #Kota Malang