Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Legitnya Puthu Lanang, Jajanan Tradisional Manis yang Legendaris di Malang

Aditya Novrian • Minggu, 16 Maret 2025 | 01:15 WIB
Kue puthu, cenil, lupis, dan klepon di Puthu Lanang. (Google Maps/Alvi laili zahra, Mita Puspita)
Kue puthu, cenil, lupis, dan klepon di Puthu Lanang. (Google Maps/Alvi laili zahra, Mita Puspita)

RADAR MALANG - Jika berbicara tentang jajanan pasar khas Indonesia, kue puthu tentu menjadi salah satu yang paling populer. 

Jajanan tradisional ini dibuat dari tepung beras yang diisi dengan gula merah dan ditaburi parutan kelapa.

Keunikan lainnya terletak pada cara memasaknya, yakni dikukus dalam potongan bambu yang menghasilkan aroma khas dan cita rasa yang autentik.

Baca Juga: Menjelajahi Kelezatan Jajanan Tradisional di Malang, dari Putu hingga Jenang Grendul

Di Malang, penjual kue puthu dapat dengan mudah ditemukan, baik yang berkeliling maupun yang membuka kedai sendiri. 

Namun, di antara banyaknya penjual, Puthu Lanang tetap menjadi yang paling legendaris. 

Berdiri sejak tahun 1935, jajanan ini tetap eksis hingga sekarang dan selalu ramai diserbu pelanggan.

Baca Juga: Bingung Buat Kue Untuk Lebaran? Ini Dia Resep Kue Kering Praktis Tanpa Oven yang Cocok untuk Lebaran!

Puthu Lanang: Jajanan Legendaris Sejak 1935

Puthu Lanang pertama kali didirikan oleh Ibu Supiah dan kini dikelola oleh keturunannya. 

Keberadaannya yang telah bertahan hampir satu abad menjadi bukti kelezatannya yang tak lekang oleh waktu. 

Tak hanya warga Malang, pelanggan Puthu Lanang juga datang dari luar kota, rela mengantre demi mencicipi jajanan manis ini.

Menu yang tersedia di Puthu Lanang cukup beragam. 

Selain puthu yang menjadi favorit, pelanggan juga bisa menikmati cenil, lupis, dan klepon. 

Tekstur puthu yang lembut berpadu sempurna dengan manisnya gula merah, menciptakan kombinasi rasa yang menggugah selera.

Tak kalah nikmat, cenil, lupis, dan klepon yang kenyal semakin istimewa dengan taburan kelapa dan siraman gula merah kental.

Harga Terjangkau, Kualitas Premium

Dengan harga Rp15.000 per porsi, pelanggan sudah bisa menikmati jajanan tradisional ini dalam porsi yang mengenyangkan. 

Meski harganya terjangkau, Puthu Lanang tetap menjaga kualitasnya dengan menggunakan bahan-bahan premium tanpa bahan pengawet, sehingga kelezatannya tetap terjaga.

Puthu Lanang mulai buka pukul 17.30 hingga 22.00 WIB. 

Baca Juga: Toko Madjoe: Legenda Kue Kering Sejak 1930, Sajian Lebaran Penuh Nostalgia

Namun, karena tingginya minat pembeli, jajanan ini sering kali sudah habis sebelum pukul 21.00 WIB. 

Oleh karena itu, disarankan untuk datang lebih awal agar tidak kehabisan. 

Perlu diketahui, Puthu Lanang tidak menyediakan tempat duduk untuk makan di tempat (dine-in), sehingga semua pesanan harus dibawa pulang.

Baca Juga: Toko Kue Sara: Surga Kue Basah Favorit Warga Malang!

Untuk mempermudah pelanggan, kini Puthu Lanang juga dapat dipesan melalui platform layanan pesan antar online. 

Hal ini tentu menjadi solusi bagi mereka yang ingin menikmati jajanan legendaris ini tanpa perlu repot mengantre.

Jika tertarik mencicipi Puthu Lanang, Anda bisa langsung menuju lokasi di Jl. Jaksa Agung Suprapto No.73, Malang.

Jangan lupa datang lebih awal agar tidak kehabisan! (rossa)

Editor : Aditya Novrian
#Kue Puthu #kue tradisional #lupis #cenil #jajanan tradisional #klepon #Kota Malang #Puthu Lanang